
ACARA 17-an di Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung semarak. Selain upacara resmi, ada berbagai kegiatan digelar. Mulai menanam pohon bertema “Merdeka Bersama Alam,” karnaval di depan Istana Garuda, Merdeka Night Run, panggung hiburan Merdeka Vaganza sampai pembukaan akses khusus bagi publik ke arena Istana Wakil Presiden.
Saya diundang. Tapi tidak semua acara bisa diikuti. Bersama Direktur Eksekutif merangkap Plt Rektor Universitas Mulia (UM) Dr Agung Sakti Pribadi dan Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Isradi Zainal, kami mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin, 17 Agustus 2026 di Lapangan Plaza Seremoni.
Ini upacara HUT Kemerdekaan ke-3 yang digelar di IKN, sejak rampungnya pembangunan IKN tahap 1. Kebetulan saya bisa menghadiri semuanya. Bahkan saya juga hadir pada Upacara HUT ke-77, 17 Agustus 2022 di Titik Nol IKN. Biar saya bisa bercerita kepada anak cucu, sejak IKN digagas sampai kondisi sekarang.
Selain upacara, saya ikut pemecahan Rekor MURI penanaman 1.708 pohon di taman kota yang digagas Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Dr Myrna Asnawati Savitri. “Ini komitmen kita dalam rangka mewujudkan IKN sebagai forest city,” jelasnya. Myrna orang Samarinda. Ayahnya, alm Fuad Arieph, tokoh pers dan politik. Pernah menjadi anggota DPRD.

Konsep forest city yang diterapkan IKN di antaranya memberikan alokasi dari 75 persen wilayah IKN menjadi ruang hijau, sebanyak 65 persen area digunakan untuk konservasi dan pemulihan hutan serta menyediakan 10 persen area untuk produksi pangan dan perlindungan habitat satwa liar.
“Jadikan gerakan menanam itu sebagai life style atau gaya hidup. Kegiatan apa saja termasuk ulang tahun tandai dengan menanam pohon,” kata Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono yang mengomando penanaman bersama istrinya, Kartika Basuki.
Hadir juga mantan Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi dan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri. Selain menanam, Hadi ikut bernyanyi di panggung. Hobinya sama dengan Pak Bas. Bermusik. Sama-sama penabuh drum.

Waktu saya menikahkan putri saya, Aisyah Febria, saya minta salah satu jujurannya 5 pohon Mangga. Pohon itu mereka tanam di halaman Islamic Center Balikpapan. Febi panggilan akrab dia, sekarang menjadi anak buah Pak Bas.
Kemarin, saya menanam 5 pohon. Salah satunya pohon Kruing (Dipterocarpus), pohon asli Kalimantan yang bernilai ekonomi tinggi. Saya sengaja menanam 5, karena saya ingat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY mewajibkan tiap warga negara menanam 5 pohon setiap tahun. Karena targetnya Indonesia harus menanam 1 milyar pohon setahun. Kita tahu jumlah penduduk Indonesia di atas 200 juta orang, maka tiap orang wajib menanam 5 pohon.
Saya bersyukur waktu saya jadi Wali Kota Balikpapan, kota ini pernah menjadi juara menanam pohon tingkat kota se Indonesia. Seperti pesan Pak Bas, saya minta warga kota terus menanam pohon. Even apa saja. Termasuk waktu menikah, ultah, kenaikan kelas, sampai kelahiran anak. Saya juga melarang menebang pohon tanpa izin termasuk di halaman rumah. Saya juga tidak mengizinkan ada penambangan batu bara di wilayah Balikpapan.
Menurut Pak Bas, sudah 5 juta pohon ditanam di kawasan IKN. Luar biasa. Dia sempat menunjuk masih adanya pohon eukaliptus di sekitar IKN. “Itu sisa pohon tanaman industri, monokultur. Tidak ada satwa liarnya,” katanya. Karena itu dia menggandeng Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk pengliaran orangutan di IKN. Itu sebabnya di jalan tol IKN ada jembatan untuk pelintasan satwa liar.

Pulang dari menanam, peserta diberi oleh-oleh bibit pohon yang disediakan oleh Pusat Persemaian Mentawir Kemenhut. Boleh ambil sebebasnya. Saya sempat bawa bibit pohon jambu, spathodea dan tabebuya, sakuranya Indonesia. “Kalau mau lagi datang saja ke Mentawir, gratis Pak,” kata seorang petugas. Agung Sakti sangat tertarik, karena dia ingin kampus UM dan para mahasiswanya juga mengusung semangat lingkungan.
DITUTUP TARI KOLOSAL
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di lapangan Plaza Seremoni berlangsung khidmat. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai inspektur upacara. Tahun ini Basuki mengenakan baju adat taqwo dari Kesultanan Kutai Kartanegara.
Tiga tahun lalu tepatnya 17 Agustus 2024 adalah upacara HUT Kemerdekaan yang pertama tingkat nasional di IKN. Presiden Jokowi memindahkan upacara kenegaraan yang biasa berlangsung Istana Negara Jakarta ke IKN. Sangat meriah, bersejarah dan fenomenal. Tapi selanjutnya Presiden Prabowo kembali melaksanakan di halaman Istana Merdeka.

Tahun ini anggota Paskibraka IKN dipilih dari anggota Purna Paskibraka Kutai Kartangera (Kukar) dan siswa SMA Taruna Nusantara, yang kampusnya sudah ada di IKN. Dua hari sebelumnya, mereka dikukuhkan Basuki di halaman kantor Otorita IKN. Saya sempat meninjau kampusnya SMA Nusantara di IKN. Megah sekali. Juga bertemu sejumlah siswanya ketika acara penanaman.
Bertindak sebagai komandan upacara Kombes Pol Hendrik Hermawan, SIK, Auditor Kepolisian Madya TK III Polda Kaltim, sedang pembaca teks Pancasila, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Pembukaan UUD 1945 oleh Staf Khusus Bidang Keamanan OIKN Irjen Pol Edgar Diponegoro serta pembaca teks Proklamsi oleh anggota DPD RI Dapil Kaltim dr Sofyan Hasdam.
Selesai upacara, 3.000 peserta termasuk undangan menyaksikan penampilan beberapa pertunjukan tari dan musik yang memikat dari Kepolisian dan sejumlah penari dari berbagai sekolah dan paguyuban.
“Alhamdulillah semua rangkaian acara termasuk upacara berlangsung lancar,” kata Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Saya bersama tim Rektorat Universitas Mulia (UM) menjadi orang pertama yang masuk ke Istana Wapres, sejak dibuka perdana hari Sabtu (15/8) pukul 10.00 pagi. Kami sempat menunggu sekitar 30 menit. Lewat pos pemeriksaan baru bisa menaiki tangga.
Tim UM yang ikut di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom, M.Kom, dosen senior, Dr Sudarmo, Tatang Setiawan, Mirza Chaidir (Laboratorium Mulia IKN), dan Zainal Abidin. Selain itu, ada Fauzhul Idhi, Direktur CV Mitra Pesona Sejahtera selaku mitra Kagama dalam pengembangan ayam kampung MAHAR di IKN.
“Kita ingin lebih banyak lagi ikut berkiprah di IKN,” kata Agung Sakti. Salah satunya UM membuka usaha pengujian (laboratorium) beton di IKN, yang disambut positif oleh Otorita IKN dan kontraktor di sana.

Posisi Istana Wapres sangat strategis karena berada di atas bukit di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat. Kita naik dengan menggunakan eskalator atau menapaki 210 anak tangga. Zainal dan Agung masih mampu naik lewat anak tangga. Saya menyerah. Minta ampun. “Stamina Pak Agung memang hebat,” kata Zainal. Tapi saya sempat menggunakan tangga waktu turun, soalnya eskalatornya sempat macet.
Sayangnya pengunjung hanya boleh berada di bagian teras dan selasar Istana saja. Tidak bisa masuk ke dalam. Tempo hari saya dan Pak Dahlan Iskan bisa masuk ke dalam Istana Garuda. Dari teras Istana Wapres, kita bisa melihat kompleks perumahan menteri, Masjid Nusantara, rumah susun ASN dan kawasan IKN lainnya. Pemandangannya indah dan berkesan. Kelihatan juga debu yang beterbangan dari kegiatan sejumlah proyek.
Biaya pembangunan Istana Wapres menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp1,4 triliun lebih. Dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk bersama Penta Architecture sejak 2025. Desain bangunannya mengusung konsep “huma betang umai,” di atas lahan seluas 14,8 hektare. Luas bangunannya 10.038,4 meter persegi terdiri kantor wapres, tempat kediaman dan sekretariat wapres.
Huma betang umai adalah bahasa Dayak, yang artinya rumah panjang ibu. Ibu di sini diartikan sebagai pengayom, pemberi, dan pemelihara penting untuk diingat kembali sebagai bagian dari kata Ibu Kota dan Ibu Pertiwi.
Tempo hari Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan siap berkantor di IKN, jika istananya sudah rampung. Sekarang kita tunggu. Biar nanti disambut dengan upacara tepung tawar dan tari manasai dari penari Dayak dan Kutai.
Fasilitas gedung dan bangunan di IKN harus segera difungsikan. Kalau tidak, bisa terjadi kerusakan. Padahal biaya pemeliharaannya mencapai 300 sampai 500 miliar rupiah per tahun. Bahkan bisa mencapai triliunan rupiah pada tahun 2027 seiring bertambahnya aset.
Sebelum pulang dari upacara, saya singgah dulu di warung UMKM, tak jauh dari tempat upacara. Saya sempat makan soto Banjar dan es jeruk. Di situ ada juga dijual parfum khusus berlogo IKN Nusantara dengan angka 17-8-45. “Biar Indonesia tetap harum,” kata sang penjual tersenyum.(*)


