Demi Gubernur, Baiknya Mundur
GARA-GARA heboh mobil dinas Rp8,5 miliar, istri Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM), Hj Syarifah Suraidah ikut jadi sorotan publik. Dia diplototi orang karena gaya berpakaiannya terbilang unik dan cenderung tidak matching dengan situasi dan lingkungan. Tapi dia cuek saja. Performa outfit-nya mewah dan beraroma Eropa. Juga dengan warna mencolok. Tas dan perhiasan yang dikenakan

Tim Ahli Gubernur Kaltim
SAYA hormat dan salut atas kesediaan Gubernur Haji Rudy Mas’ud (HARUM) meminta maaf atas kehebohan kasus pengadaan mobil dinasnya. Selain itu dia juga ikhlas mengembalikan atau membatalkan pembelian mobil mahal bernilai Rp8,5 miliar itu kepada penyedianya. Penyedianya adalah CV Afisera Samarinda. “Itu mobil termahal yang pernah kami jual,” kata Subhan, sang direktur. Dia mengaku perusahaannya

Minta Maaflah Pak Gub
HEBOH mobil mahal Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud (HARUM) sudah meluas. Boleh dibilang sudah menjadi kehebohan nasional. Isinya semua mencela. Kebijakan itu benar-benar jauh dari aroma harum yang sebenarnya. Pak Gub dihujat di mana-mana. Sedih juga. Dulu HARUM sempat bilang Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai gubernur konten. Sekarang giliran Pak Gub punya cap begitu. Sayang

Rekam Azhari di Kalsul
SAYA lama tak bertemu Pak Azhari Idris. Dia Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, yang berkedudukan di Balikpapan. Apa itu Kalsul? Cuma akronim. Bukan “Kamu Langsung Susul,” tapi kepanjangan dari Kalimantan dan Sulawesi. Beberapa hari lalu dia kirim undangan kepada saya. Pak Azhari minta saya jadi nara sumber peluncuran buku “Rekam Jejak Energi Migas Kalimantan dan

“Harumnya” Mobil HARUM
HEBOH mobil dinas baru Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM) semakin “harum.” Di jagat media sosial terus menjadi trending topic. Soalnya mobil dinas baru itu dibeli dengan harga selangit. Dikerok dari duit APBD 2025 sebesar Rp8,5 miliar. Ada yang membandingkan dengan mobil Maung Garuda yang dipergunakan Presiden Prabowo Subianto. Mobil buatan PT Pindad itu harganya

Berpulangnya Kiai Hafal Umur
SAYA menerima kabar duka dari Ustaz Jailani. Telah berpulang ke Rahmatullah KH Mohammad Kasim Pallanju, Minggu (22/2) atau 4 Ramadan 1447 H sekitar pukul 18.30 Wita. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Kompleks Perumnas Batu Ampar. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Telindung, Senin (23/2) ba’da salat dzuhur. Tidak disebutkan latar kematiannya. Tapi setahu saya belakangan ini beliau jarang
