
Wartawan 60 Tahun ke Atas
Catatan Rizal Effendi SAYA nekad terbang ke Jakarta, Kamis (16/4). Padahal tiket susah terutama pulangnya. Saya menghadiri Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) atau SW60+, yang berlangsung di LSPR Communication & Business Institute Kampus Sudirman Park, Jumat (17/4) sore. SW60+ itu nama lain dari SWSI. Maksudnya wartawan yang berusia 60 tahun ke atas. Itu semacam

Bambang Bela Gubernur HARUM
Catatan Rizal Effendi AGUS, warga Telok Lerong bilang, kalau yang ngomong Sudarno dia mafhum saja. Tapi dia jadi heran dan hampir tak percaya karena ucapan itu keluar dari mulut Bambang Widjojanto (BW). Pegiat antikorupsi dan mantan Wakil Ketua KPK ini sekarang duduk sebagai anggota Dewan Penasihat Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim dengan

Panji dari Balikpapan ke Kantor Staf Presiden
INI perlu diketahui Gubernur Haji Rudy Mas’ud (HARUM). Ada putra daerah asal Balikpapan yang mengharumkan marwah Kaltim. Dia berhasil masuk ke lingkaran Istana Presiden. Dia adalah Ir Panji Sukma Nugraha, ST, MM, IPM, CP yang baru saja diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama/Juru Bicara (Jubir) Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia. KSP adalah lembaga nonstruktural yang

Subuh Tanpa Bu Mei
Catatan Rizal Effendi SUBUH tadi saya kirim pesan ke WA Bu Mei. Saya bilang waktu subuh sudah masuk. Saya lupa Bu Mei sudah tiada. Biasanya sekitar pukul 03.00 dini hari dia yang kirim pesan ke saya. “Selamat melaksanakan salat tahajud dan subuh,” begitu bunyi pesannya di HP saya setiap hari. Semua orang tak percaya Bu

HARUM “Puluhan Tahun”
Catatan Rizal Effendi GUBERNUR Haji Rudi Mas’ud (HARUM) harus tahu. Sekarang ini semua ucapan, tindakan termasuk gestur tubuhnya selalu dibaca orang. Sejak skandal mobil dinas yang mahal dan mewah Rp8,5 miliar itu, masyarakat terutama para netizen selalu mengikuti dan menguliti gerak geriknya. Karena mereka sudah tahu ada yang tidak pas konsep berpikir Gubernur dengan rakyatnya.

Bu Mei, Saya Menangis
Catatan Rizal Effendi SAYA menangis dan berduka. Sahabat saya paling dekat saat ini, Dr Hj Meiliana, SE, MM yang akrab dipanggil Bu Mei dipanggil Allah SWT untuk selama-lamanya. Kabar duka itu saya dapat dari putra sulung saya, Aldy, kemarin sore. Dia dihubungi Ari, yang istrinya keponakan Bu Mei. Tadinya saya tak percaya. Saya hubungi WA
