
Calon Walkot Balikpapan dan Samarinda
BAKAL calon Wali Kota Samarinda mulai terkuak, tapi Balikpapan sepertinya masih dingin-dingin saja. Apa memang belum ada? Rasanya tidak juga. Pembicaraan di berbagai tempat mulai ramai meski belum mengerucut. Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sama-sama sudah 2 periode. Jadi tidak mungkin lagi mencalonkan diri. Tinggal kita bicara siapa calon

WLB, Rita dan Pandji
KOMPLEKS GOR Kadrie Oening di Sempaja Samarinda, Sabtu (13/6) malam penuh sesak. Ada dua acara menarik di sana. Ada pertunjukan stand-up Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo di Plenary Hall. Satu lagi ada acara Wartawan Legend Bedapatan (WLB) 4 di Claro Hotel. Ini bekas hotel atlet yang sekarang difungsikan lagi dengan manajemen baru. Sebagai wartawan saya perlu hadir

Hiefnie Effendy
TOKOH WARTAWAN yang kita abadikan pada Wartawan Legend Bedapatan (WLB) 4 adalah Pak Hiefnie Effendy. Pemilik dan pemimpin redaksi surat kabar mingguan (SKM) Meranti Samarinda. Nama Meranti sepertinya diambil Pak Hiefni dari nama pohon di hutan Kaltim. Saat itu di tahun 70-an Kaltim terkenal memasuki era banjir kap alias penebangan pohon besar-besaran. Meranti adalah jenis

Wagub Gabung ITK
HARI RABU, 10 Juni 2026 saya memenuhi undangan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Km 15 Karang Joang, Balikpapan Utara. Acaranya pemilihan dan pengukuhan Dewan Pertimbangan ITK. Saya diminta mengenakan jas lengkap. Padahal sudah beberapa tahun saya tak pernah memakai. Tepatnya sejak tak lagi menjadi wali kota, akhir Maret 2021. Saya lihat di daftar undangan ada
Gubernur dan Rektor Ditunda
ADA dua agenda krusial berlangsung di Samarinda, Rabu (10/6). Satu di Karang Paci yaitu Rapat Paripurna DPRD Kaltim tentang Hak Angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud dan satunya lagi Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) di Kampus Unmul Gunung Kelua. Sebenarnya keduanya tak ada hubungan langsung. Tapi agenda kedua kegiatan itu bernasib sama. Sama-sama ditunda. Sama-sama menegangkan

Pandji: “Yang Mulia” Gubernur Rudy Mas’ud
TANGGAL 1 Mei lalu saya ke Samarinda. Langsung meluncur ke Plenary Hall, Samarinda Convention Center, Sempaja. Saya mau nonton stand-up Panji Pragiwaksono Wongsoyudo. Saya kaget. Gedung yang mampu menampung lebih 3000 penonton dan dibangun dengan biaya Rp256 miliar pada tahun 2012 itu tampak sepi. Lho kok ngga ada orang? Apa panitianya menipu? Saya baru tahu
