54 Tahun Lalu, Saya Sekolah di SMEA

Alumni SMEA angkatan tahun 1975, ada 9 orang yang hadir.

HARI Minggu kemarin saya ke Samarinda. Semangat, karena menghadiri Reuni Akbar SMEAN/SMKN 1, yang berlangsung di Sporthall Segiri atau GOR Segiri. Gedung olahraga serba guna ini dibangun tahun 60 sampai 70-an terutama di era Wali Kota Kadrie Oening. Lalu direnovasi lebih ikonik oleh Wali Kota Andi Harun di tahun 2023 dengan biaya sekitar Rp75 miliar.

Ketua Panitia Reuni adalah H Suharto SH, yang juga Wakil Ketua Ikatan Alumni SMEAN/SMKN. Dia alumnus angkatan tahun 1991, yang sekarang bekerja di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim.

Ketua IKA-nya adalah H Burhanudin, S.Sos, seorang pengusaha dari Balikpapan. Dia juga angkatan 1991. Sayang dia tak hadir karena kondisi kesehatan. Tapi dia salah satu sponsor utama reuni. “Kita doakan beliau cepat sehat dan bisa bergabung dengan kita,” kata Suharto. Saya juga sempat kontak H Burhan. “Ada masalah di tulang belakang saya,” katanya menjelaskan.

Saya senang bisa kumpul teman-teman lama. Banyak yang mengajak foto bareng. Semuanya sudah lanjut alias tuha. Bayangkan, saya masuk SMEAN tahun 1972 dan lulus tahun 1975. Jadi sudah setengah abad silam. Tepatnya 54 tahun lalu. Makanya sebagian ada yang sudah dipanggil Yang Maha Kuasa.

Belum lama ini dua teman di angkatan saya meninggal dunia. Dia adalah Hj Kamaliah dan Hj Ida Mariyani. Hampir bersamaan. Awalnya berita duka datang dari keluarga Hj Kamal. Ida yang tinggal di Balikpapan dikabarkan kaget. Lalu mendapat serangan jantung dan akhirnya juga menghembuskan nafas terakhir. Jadi pemakamannya pada hari yang sama, meski tempatnya berbeda.

Plt Kepala SMKN 1 Samarinda, Dr Hendro Kuncoro (ketiga dari kanan) bersama para guru dan mantan Kepsek yang sudah memasuki masa pensiun. Paling kanan, Suwar Wiguno, S.Pd, M.Psi, mantan kepsek yang menginisiasi pendirian IKA SMEAN/SMKN1 Samarinda.

Kami sempat urunan untuk dihadiahkan kepada keluarga almarhumah. Alhamdulillah bisa terlaksana. Di tengah kesedihan, anak cucu almarhumah merasa senang teman-teman almarhumah bisa datang dan mendoakan.

Teman-teman di angkatan tahun 70-an terbilang cukup kompak dan sering bertemu. Tempo hari saya diundang di Warung UMKM. Saya sempat bertemu. Di antaranya pasangan sehidup semati Ersofyan-Nanik (Dahliana), Marhaeni, Masnah, Chairunisa, Lamsovia, Djumari, Fahruddin, Jumansyah, Arly Susanto, Mardiansyah, Edy Kuswady, Fadli dan lainnya.

Sayang saya tidak sempat bertemu dengan saudara saya, Zairin Fauzi. Dia tinggal di Jakarta. Tempo hari sempat pulang ke Samarinda. Dia anak Bupati Kutai Achmad Dahlan. Sekolah di SMEA juga. Dulu kalau ada acara Erau di Tenggarong kami sering bermalam di rumah Bupati. Saya sendiri sempat  tinggal di rumah Zairin di Jl Aminah Syukur.

Siswa sekarang pasti tidak terlalu tahu atau mengenal SMEAN.  Itu Sekolah Menengah Ekonomi Atas Negeri. Belakangan sekitar tahun 1997 SMEAN berganti baju dengan nama baru yaitu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri atau SMKN. Tidak saja SMEA yang dilebur, tapi juga di antaranya Sekolah Teknik Menengah Atas (STMA) dan Sekolah  Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA).

Sebelum di SMEA saya lebih dulu menempuh belajar di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama Negeri atau SMEPN. Saat ini SMEP sudah tidak ada karena dihapuskan. Gedung SMEPN Samarinda sekarang di tempati SMKN4 di Jalan KH Ahmad Dahlan No 4 juga.

Di awal saya sekolah di SMEA, gedungnya masih numpang di Gedung SMAN 1, yang sekarang sudah dirobohkan jadi Taman Samarendah. Kami sekolah siang hari setelah anak-anak SMANSA pulang. Setelah gedung baru SMEA jadi di Jl Pahlawan No 4, baru kami pindah.

Wah para alumni wanita yang unjuk gigi bergoyang dengan lagu Anak Sekolah.

Waktu sekolahnya numpang, yang jadi kepala sekolah Pak Siregar. Tapi setelah pindah, Pak Siregar digantikan Pak Slamet, BA. Pak Slamet yang banyak berjuang memajukan SMEA. Ada sejumlah guru didatangkan dari Jawa. Di antaranya Pak Suyatman, setelah pensiun menjadi Pimpinan Muhamadiyah Kaltim. Saya masih sering mendapat WA subuh dari beliau. Pak Sugiono yang hadir di acara reuni, juga satu angkatan dengan Pak Suyatman. “Pak Suyatman lagi mantu,” katanya menjelaskan.

Saya sangat teringat dengan dua wali kelas saya. Yaitu Pak Husni Thamrin yang akrab dipanggil Pak Seni dan Pak Fendi, yang dikenal jago main pingpong alias tenis meja. Pak Seni keras tapi sangat membela anak murid, sedang Pak Fendi lembut tapi juga sayang dengan anak-anak. Semuanya telah tiada.

Dulu di SMEA hanya ada 3 jurusan. Yaitu Jurusan Tata Buku (TB), Tata Niaga (TN) dan Tata Uaha (TU) atau Keseketariatan. Saya mengambil jurusan TB. Jurusan TB itu hampir semuanya siswa laki-laki. Di kelas saya hanya 2 perempuannya. Yaitu  Masnah dan Asnah Taher. Yang banyak wanitanya jurusan TN dan TU.

Para panitia reuni akbar SMEAN/SMKN 1 Samarinda (jongkok) bersama para guru dan kepsek yang pernah membimbing mereka.

PAKAI SERAGAM SEKOLAH

Acara Reuni Akbar SMEAN/SMKN 1 berlangsung cukup meriah. Kita semua disuruh mengenakan baju putih dengan celana atau bawahan abu-abu. “Seperti seragam anak sekolah menengah,” kata Rakhmi Muthia, alumnus angkatan 1985 yang menjadi salah satu anggota panitia.

Saya tersenyum lihat teman-teman yang sudah jadi ibu-ibu dan nenek-nenek pakai seragam sekolah lagi. “Ya kita kembali ke nostalgia,” kata seorang alumnus wanita tersenyum malu-malu. Rakhmi baru memberitahu kita dress code-nya hari Sabtu. Syukur celananya saya bisa dapatkan di Uniqlo, Balikpapan Super Blok (BSB).

Kita senang disuguhi tarian dan nyanyian. Ada tari Dayak dari alumni wanita. Ada juga sambutan. Mulai ketua panitia (Suharto), wakil alumni (Achmad Vananzda, salah seorang alumnus yang duduk di Dewan Penasihat), wakil guru (Pak Suwar Wiguno, M.Pd, S.Psi) sampai Plt Kepala Sekolah SMKN 1 sekarang yaitu Dr Hendro Kuncoro.

Jumlah alumni yang hadir lebih seribu orang. Banyak juga. Angkatan paling tua ya angkatan saya. Angkatan tahun 1975. Ada juga angkatan tahun 1977, 1980, 1983, 1984, 1988, 1990, 1991, 1992, 1995, 1997,  1999 sampai 2000-an.

Para penarik Dayak, yang tak lain para alumni yang sudah ibu-ibu bahkan nenek-nenek.

Suharto bilang, dia bersama teman-teman panitia dan pengurus IKA bersyukur dapat menggelar reuni akbar ke-2. “Biar tali silaturahmi tidak terputus dan kita bisa saling membantu dan mendukung baik sesama alumni, untuk adik-adik kita dan sekolah kita,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Achmad Vananzda. Dia alumnus tahun 1988 yang sekarang menjadi Wakil Ketua DPRD Samarinda dari PDI Perjuangan. ”IKA SMEAN/SMKN 1 Samarinda adalah wadah berkumpulnya para alumni dan harus kita hidupkan aktivitasnya,” katanya bersemangat.

Achmad Vananzda sudah 5 kali jadi anggota Dewan. Tahun 2029 nanti ingin naik kelas ke DPRD Kaltim. “Mohon dukungan teman-teman,” katanya bersemangat.

Pak Suwar yang mewakili para guru mengaku senang melihat para alumni bisa berkumpul. “Dulu saya yang mendorong dibentuknya IKA SMEAN/SMKN 1,” jelasnya. Dia sempat menghubungi 4 alumni yaitu Dirut Bankaltimtara Aminuddin, Wali Kota Samarinda Achmad Amins, bos Pusam Harbiansyah dan saya ketika masih menjadi Wali Kota Balikpapan. “Mana Rizal Effendi, katanya hadir,” kata Pak Suwar mencari saya.

Tak kalah sukanya Plt Kepala SMKN 1 Dr Hendro Kuncoro. “Reuni akbar ini memberi energi yang positif bagi sekolah kita. Saya mohon demi kemajuan SMKN 1 kita terus bersinerji,” katanya berharap.

He..he.. saya bersama seorang alumnus yang gemoy. Juga dijaga alumnus yang tak kalah gemoynya.

Di tengah suka cita, panitia menyerahkan cinderamata kepada guru dan mantan kepsek yang hadir. Selain Pak Hendro, Pak Suwar, ada juga Pak Suharsono, Pak Sugiono, Pak Masrur, Pak Asrori, Pak Agus Tridojo, Pak Mustaqorobin, Pak Suharyono, Pak Tjatjuk S, Pak Nisun, Pak Sudiyo, Ibu Sulis, Ibu Rabainah dan Ibu Marta.

Belum selesai acara, saya pulang duluan. Selain masih ada acara, rasanya saya tak ingin berpisah. Bahagia luar biasa bertemu teman-teman dan para guru. Saya duduk di sampingi Marhaeni. Dia cantik sekali waktu di SMEA. Saya mau, tapi dia tidak mau. “Sekarang kita sama-sama tua ya,” katanya tertawa dan bahagia.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *