
SEJAK awal Piala Dunia 2026 digelar, saya sudah bilang kalau saya dukung timnas Inggris. Sedang teman saya bilang dia mendukung Prancis. Saya katakan kepadanya, “insyaallah” Inggris atau The Three Lions akan ketemu Les Blues di final.
Prediksi itu bisa saja terjadi. Tergantung hasil semifinal satu dua hari ke depan ini. Lawan Prancis adalah Spanyol, Rabu (15/7) pukul 03.00 dinihari nanti, sedang Inggris berhadapan dengan Argentina, Kamis (16/7) juga pukul 03.00 Wita.
Keempat semifinalis ini membuat sejarah. Karena untuk pertamakalinya semifinal Piala Dunia diisi oleh 4 tim yang memang berada di papan paling atas ranking FIFA. Argentina berada di ranking 1, menyusul Spanyol ke-2, Prancis ke-3 dan Inggris di ranking 4. “Seperti sudah distel barang ini,” kata Pak Adam Sinte, Ketua KKSS Balikpapan, yang juga mantan anggota DPRD Kaltim.
Saya bakal nonton kedua pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Banjarmasin. Mungkin sambil makan soto Banjar, iwak seluang dan dodol Kandangan. Soalnya Selasa ini saya terbang ke sana atas undangan mantan Bupati Kota Baru, Sayed Jafar Alaydrus (SJA), yang sekarang menjadi Ketua DPD Partai Hanura Kalsel. SJA adalah warga Kampung Baru, Balikpapan Barat.
Kenapa saya dukung Inggris? Jawabnya sederhana. Saya menganggap Inggris itu ya Manchester United (MU). Maklum saya pendukung berat MU di Liga Inggris sejak 30 tahun silam. Saya tahu di skuad Inggris hanya ada 2 pemain MU yang masuk yaitu penyerang Marcus Rashford dan gelandang Kobiie Mainoo. Tapi tak perlu disoal kalau saya menyamakan timnas Inggris dengan MU. Itu mau-maunya saya saja. Hee.

Sebenarnya saya kecewa dengan pelatih Inggris, Thomas Tuchel, karena dia tak memanggil Harry Maguire. Pemain belakang MU berusia 33 tahun ini lagi bagus-bagusnya bermain di Setan Merah. Tapi Tuchel punya alasan dia ingin pemain baru yang masih muda dan dinamis. Karena saya bukan pelatih Inggris, ya saya tak bisa apa-apa meski Maguire mengaku dongkol.
Yang menarik ketika lawan Argentina nanti, di situ juga ada pemain belakang MU yaitu bek Lisandro Martinez dan eks penyerang muda MU, Alejandro Garnacho. MU dan Garnacho sama-sama dendam. Tapi selama ini Garnacho tak pernah diturunkan. Dalam pertandingan sebelumnya, Martinez tampak sangat menonjol menjaga medan pertahanan skuad Albiceleste. Mudah-mudahan Martinez mau “berkhianat” demi membela MU. He..he.
Duel Inggris lawan Argentina mengingatkan orang Perang Malvinas yang terjadi di tahun 1982 atau 44 tahun silam. Penuh dengan dendam dan semangat saling mengalahkan.
Inggris dan Argentina pertama kali berlaga di Piala Dunia 1962 pada fase grup. Inggris pada saat itu menang dengan skor telak 3-1.
Lalu mereka bertemu kembali di Piala Dunia 1966 di mana Inggris akhirnya menjadi juara dunia. Di situ Argentina kalah 0-1. Mereka sakit hati karena ada gol pemain Inggris, Geoff Hurst dianggap berbau offside.
Argentina yang populer dijuluki Tim Tango bisa mengalahkan Inggris 2-1 ketika mereka bertemu di babak perempat final Piala Dunia 1986. Ini pertandingan sangat kontroversial. Sebab, satu dari dua gol yang diciptakan penyerang Argentina, Diego Maradona dikenal sebagai “Gol Tangan Tuhan.”

Tim Argentina kembali berhasil menggilas Inggris pada pertandingan 16 besar Piala Dunia 1998. Pertandingan yang panas sampai David Beckham dikenai kartu merah. Argentina menang 4-3 melalui adu penalti.
Pertemuan terakhir mereka pada babak grup Piala Dunia 2002. Inggris menang 1-0 melalui tendangan penalti Bekham, sebagai balas dendam 4 tahun sebelumnya.
Ketika Inggris lawan Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026 beberapa hari lalu, Bekham tampak menonton bersama keluarganya. Dia tampak bahagia dan ikut bernyanyi lagu “Wonderwall” merayakan kemenangan Inggris 2-1 atas tim yang punya “predator” bernama Erling Haaland.
Saya nobar di lobi Hotel Platinum Balikpapan. Tempatnya sangat menyenangkan. Di seting Platinum sangat menarik. Di samping layar LCD yang lebar, ada gawang kecil dipasang. Ada bendera negara peserta Piala Dunia. Di situ juga ada replika tropi Piala Dunia, kita bisa berfoto. “Silahkan mau menonton Piala Dunia di kamar atau di lobi hotel,” kata Direktur Operasional Platinum Grup, Sugianto. Inggris dan Argentina yang bertemu di semifinal, sama-sama berjuang keras menghadapi lawan-lawannya di babak sebelumnya. Malah ada yang bilang Argentina lolos karena keberuntungan dan ada skenario agar juara bertahan ini bisa mempertahankan mahkotanya. Mesir dan Swiss lawan mereka sebelumnya mengaku dicurangi. Harusnya mereka bisa membuat pulang Messi.

Timnas Inggris saat ini dikapteni penyerang Harry Kane, sedang Argentina dikomandoi megabintang Lionel Messi. Ini pengalaman pertama Messi berhadapan dengan Tim Inggris. “Secara pribadi, ini pertama kali saya bermain melawan mereka. Saya sudah bermain melawan semua tim kecuali Inggris. Jadi sangat spesial dan mereka adalah tim raksasa,” ungkap Messi.
Siapa yang menang atas duel panas ini? Saya tetap pegang Inggris. Saya yakin kali ini keberuntungan ada di timnas Inggris. Bukan Argentina lagi. Apalagi selain Kane, Inggris punya gelandang menakutkan yaitu Jude Belingham. Dia lagi “kesurupan.” Berkat 2 golnya, Inggris lolos ke babak semifinal.

DIRLANTAS JUGA DUKUNG
Senin (13/7) malam saya diundang Tribun Kaltim gelar podcast di Warung Mie Bakso Solo Ms Bento di Jl Mayor Pol Zainal Arifin, yang akrab disebut kawasan Beler. Tidak saya saja, tapi ada Sodrak dan Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Yanuari Insan. “Temanya ya Piala Dunia 2026,” kata Dwi Ardianto, yang bertindak sebagai host.
Anehnya kami berempat ternyata sama-sama mendukung Inggris melaju ke final. Kita optimis Inggris bisa menyingkirkan Argentina di babak semifinal. Malah saya, Mas Dwi dan Sodrak juga pendukung MU. Klop sudah.
“Tadinya saya mendukung tim Jerman jadi juara. Saya lihat di babak awal tampil meyakinkan. Jerman menggilas Curacao 7-1 dan Pantai Gading 2-1. Eh belakangan kok tersingkir setelah kalah dari Ekuador dan Paraguay. Jadi saya beralih ke Timnas Inggris,” kata Kombes Yanuari Islam, yang masih mengenakan jersi “Panser” Jerman.
Saya surprise juga Pak Yanuari Insan penggemar bola. Padahal sibuknya bukan main dalam urusan lalu lintas. “Polda bekerjasama dengan Pemkot Balikpapan juga menggelar acara nobar,” jelasnya.
Pertandingan semifinal Inggris lawan Argentina berlangsung di Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Amerika Serikat. Stadion megah ini mempunyai kapasitas 75 ribu penonton. Tiket masuknya antara Rp14,5 juta sampai Rp51 juta per orang. Tapi bisa bergerak naik. FIFA menerapkan sistem dynamic pricing, yang bergerak naik mengikuti tingginya permintaan pasar.
Yang menarik bola yang dipergunakan pada putaran Piala Dunia 2026 yang bernama Trionda adalah buatan Indonesia. FIFA dan Adidas mempercayakan kepada PT Global Way Indonesi (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatn Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Sayang hanya bolanya saja yang sudah dimainkan di arena Piala Dunia, sedang Timnas Garuda sampai saat ini masih terus berjuang. Indonesia di ranking FIFA berada di urutan ke-118 dunia. Mudah-mudahan pada Piala Dunia 2030 bisa lolos seperti Tanjung Verde, yang cuma berpenduduk 500 ribu orang.
Karena saya menonton Inggris lawan Argentina di Banjarmasin, saya berharap warga Banjar juga mendukung Inggris. Saya yakin orang Banjar ada yang tinggal atau studi di Inggris ketimbang di Argentina. Kalau ada kesempatan saya mau ziarah ke makam Guru Sekumpul di Martapura. Salah seorang pemain belakang Inggris, Djed Spence kebetulan juga beragam Islam. Semoga Allah memberikan keberkahan dan kekuatan kepadanya.(*)



