Rudy vs Andi Harun

Gubernur Rudy Mas’ud dan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam satu kegiatan bersama.

HUBUNGAN  Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun sepertinya tidak baik-baik saja. Ini sudah lama diketahui publik. Perseteruan mereka sepertinya berbau persaingan. Tampaknya persaingan yang bermuara ke  Pilgub Kaltim 2029 mendatang.

Soalnya orang mempridiksi Andi Harun akan melangkah ke sana. Dia sudah menjadi wali kota dua periode, maka tak mungkin lagi ikut Pilwali. Jika ingin meneruskan karier politiknya, maka hanya ada 2 pilihan bagi Harun. Kembali ke legislatif (DPRD Provinsi atau ke DPR RI) atau ikut Pilgub. Orang menduga kuat dia bakal terjun ke gelanggang Pilgub, meski Andi Harun pernah berkata belum memikirkan soal tersebut.

Gara-gara ada perseteruan  itu, maka komunikasi mereka tidak begitu lancar dan harmonis. Ada beberapa kebijakan, program atau kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang terkadang jadi tersendat atau berujung polemik.

Akhir Maret lalu, Andi Harun pernah menggeruduk Kantor Gubernur. Itu gara-gara surat rekomendasi atau persetujuan Gubernur terhadap calon Sekda definitif Pemkot Samarinda atas nama  Neneng Chamelia Shanti tidak turun-turun. Padahal sudah sebulan dikirim.

Menurut Andi Harun, keterlambatan surat rekomendasi itu mengganggu kelancaran administrasi di Pemkot Samarinda. Gaji pegawai tak bisa dibayar termasuk pembayaran kepada pihak ketiga. Jadi membuat keresahan dan gangguan.

Setelah dia datang langsung ke Kantor Gubernur, akhirnya surat rekomendasi gubernur turun. Tiga hari kemudian, Neneng dilantik secara resmi.

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kaltim di Samarinda, yang tidak dihadiri Gubernur Rudy Mas’ud dan istrinya, Sarifah Suriadah, yang juga Ketua TP PKK Kaltim.

Dalam acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HGK) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kaltim, Minggu (28/6), Gubernur Rudy Mas’ud tidak hadir. Termasuk istrinya, Sarifah Suraidah. Padahal Suraidah adalah Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kaltim. Soalnya Samarinda menjadi tuan rumah.

Andi Harun tampak kecewa. Istrinya juga. Padahal dia sudah menunda keberangkatan ke Makassar untuk menengok keluarga yang sakit. “Saya menunda keberangkatan karena Gubernur dikabarkan akan hadir,” katanya. Ternyata tidak. Anehnya juga tidak digantikan oleh Wakil Gubernur Seno Aji. Sambutan Ketua TP PKK Kaltim diwakili Wahyu Hernaningsih Seno Aji.

Ketika Andi Harun menyinggung ketidakhadiran Gubernur dan istrinya, sejumlah ibu-ibu pengurus PKK dari berbagai daerah yang hadir kompak melontarkan ucapan: “Kecewa…..kecewa.” Tapi dalam acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi di Kabupaten Berau, 23 Juli, Gubernur dan Sarifah Suraidah berkenan datang.

Gubernur Rudy Mas’ud dan istrinya, Sarifah Suraidah hadir di Puncak Acara Harganas ke-33 Tingkat Provinsi Kaltim di Kabupaten Berau.

Sebelumnya Gubernur juga tidak jadi datang dalam acara Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Claro Pandurata Kompleks GOR Kadrie Oening Samarinda, Sabtu (13/6). Padahal dia menjadi sponsor utama acara tersebut. Ada spanduknya terbentang. Info yang beredar dia urung datang karena juga hadir Andi Harun.

Dalam acara RUPS Bankaltimtara, Kamis, 23 April lalu, Wali Kota Andi Harun menentang kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud yang mengganti M Yamin selaku direktur utama (Dirut). Karena masa jabatan Yamin masih dua tahun lagi. “Apa dasar objektif dan terukur yang menjadi alasan penggantian itu,” tanyanya tegas.

Sebagai wakil pemegang saham minoritas, pertanyaan Andi Harun tidak mendapatkan respon positif. Gubernur tetap memberhentikan Yamin dan mengangkat Romy Wijayanto, mantan Direktur Keuangan Bank DKI Jaya sebagai penggantinya.

Belakangan ini Andi Harun mengusulkan mantan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menjadi anggota Dewan Komisaris Bankaltimtara. Ada yang memperkirakan usulan itu tak gampang diterima Rudy Mas’ud. “Saya menyerahkan sepenuhnya kepada panitia seleksi dan uji kelayakan (fit and proper test) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Gubernur berdalih.

Gubernur Rudy Mas’ud didampingi Wagub Seno Aji ketika menyebut Wali Kota Andi Harun yang mematikan lampu Jembatan Mahkota 2.

“PERANG” SEGI TIGA

Andi Harun awal Maret lalu, pernah geram gara-gara kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud yang menghentikan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi 49.742 warga Samarinda. “Ini sangat menyakitkan, apalagi dihentikan di tengah tahun berjalan bagaimana kita bisa membayar,” katanya dengan kesal.

Pada Aksi Damai 215 ada isu beredar bahwa Andi Harun berada di balik aksi tersebut. “Ada orang secara sadar dan sengaja mengadu domba.  Padahal hubungan saya dengan Gubernur dalam pelaksanaan pemerintaha tetap saling menghormati dan tetap saling menghargai,” katanya.

Tapi pekan lalu, Gubernur Rudy Mas’ud mengungkapkan soal matinya lampu di Jembatan Mahkota 2. “Jembatan Mahkota 2 itu lampunya dimatikan oleh wali kota,” ucapnya lantang.

“Karena apa?” tanya wartawan.

“Karena tak ada anggaran,” kata Gubernur sambil menunjukkan ibu jarinya bergesekan dengan jari telunjuk, yang mengisyaratkan tak ada uang.

Andi Harun tak terima dituding seperti itu. “Itu kesalahan besar, kalau benar statement-nya begitu. Pak Gub jangan hoaks. Matinya lampu di Jembatan Achmad Amins bukan karena kekurangan anggaran, tapi utilitasnya dicuri dan baru bisa kita anggarkan di APBD akan datang. Kalau Pak Gubernur mau membantu, ya kita senang saja, silahkan” katanya menjelaskan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun didampingi Wawali Saefuddin Zuhri meluruskan pernyataan Gubernur soal matinya lampu di Jembatan Mahkota 2.

Perseteruan Rudy dengan Andi Harun sepertinya melebar. Masuk juga Wakil Gubernur Seno Aji, yang sekarang juga menjabat Ketua Gerindra Kaltim menggantikan Andi Harun. Jadi seperti “perang segi tiga.”

Gerindra termasuk fraksi yang gigih untuk menggolkan Hak Angket terhadap Gubernur.  Itu semacam isyarat bahwa hubungan Rudy-Seno tidak sejalan. Sementara hubungan Seno dan Andi Harun juga hampir sama, meski mereka sama-sama dari partainya Presiden Prabowo.

Belum lama ini Andi Harun mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya tidak pernah diundang dalam acara Gerindra. Menanggapi hal itu, Seno Aji menjelaskan. “Ya kalau rapat partai memang hanya pengurus saja yang diundang. Tapi kalau rapat besar, ada pertemuan Gerindra bersama anggota, ya pasti kita undang,” katanya menjelaskan.

Sepertinya jika Andi Harun jadi maju ke Pilgub, tidak gampang dia mendapatkan tiket Gerindra. Bisa jadi dia harus mencari perahu lain. Karena di sana ada Seno, yang kemungkinan bertahan sebagai wagub atau didongkrak menjadi calon gubernur.  

Ada yang bilang salah satu perahu yang memungkinkan dilamar Andi Harun adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebab PKB Kaltim beberapa waku lalu mengeluarkan pernyataan tidak akan mendukung Rudy dan Seno lagi di Pilgub 2029.


Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari disambut pendukungnya ketika pulang ke Tenggarong.(Media Kaltim.com)

Pertempuran di Pilgub Kaltim 2029 bakal seru lagi kalau Isran Noor tiba-tiba bertekad “comeback.” Dia masih punya pendukung yang kuat. Isran dinilai masih tangguh. Selain itu, ada juga yang mendorong-dorong mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari. Belakangan Rita mulai beredar lagi terutama di media sosial setelah selesai menjalani masa hukuman. “Siapa takut,” itu ucapannya terbaru yang jadi viral.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *