
Catatan Rizal Effendi
WALI KOTA Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) sudah menegaskan bahwa istrinya, Hj Nurlena Mas’ud tidak dia izinkan maju sebagai penggantinya pada Pilwali 2029 nanti. Dia tak mau istrinya dihujat dan dicaci maki seperti yang pernah dia alami.
Banyak yang mengapresiasi sikap RM tersebut. Bahkan ada yang berharap RM juga tidak merekomendasi anggota Bani Mas’ud lainnya maju. Jadi benar-benar memberi kesempatan kepada calon lain yang tidak ada hubungan keluarga sama sekali.
Apakah itu memungkinkan? Bisa iya, bisa tidak. Tapi undang-undang memang tidak melarang kalau keluarga mau maju. Bisa jadi juga besok soal Nurlena mendadak berubah. Tiba-tiba dia maju atas alasan didesak dan diminta banyak warga atau partai.
Terlepas soal itu, sekali lagi kita memberi hormat atas sikap RM terhadap istrinya. Di sisi lain kita tetap perlu Pilwali mendatang punya warna baru dengan kehadiran atau keterwakilan calon perempuan. Apakah dia calon wali kota atau wakil. Lalu kalau bukan Nurlena, siapa?
Pada Pilwali Balikpapan 2024, sempat heboh munculnya nama Syaima Alaydrus, putri cantik dan muda dari mantan Bupati Kotabaru, Kalsel, Sayed Jafar Alaydrus (SJA). Dia sempat mendaftar ke beberapa partai sebagai calon wakil wali kota (Wawali). Balihonya juga sempat muncul di beberapa sudut kota. Sayangnya belakangan dia mengundurkan diri.
Ketika Yaser Arafat, putra Ketua PP Balikpapan Syahril Taher mau maju, dia sempat menghubungi istri saya, Bunda Arita sebagai pendamping. Tapi itu sebatas wacana, karena Yaser akhirnya batal ikut pemilihan.
Yang heboh pada Pilwali 2011, di mana saya maju berpasangan dengan Heru Bambang. Salah satu pasangan calon lainnya adalah suami istri, dr Hakim dan Ibu Hj Wahidah. Hebatnya mereka masuk lewat jalur independen. Ibu Wahidah yang sangat semangat. Gagal di Pilwali, Wahidah sempat menjadi anggota DPRD Balikpapan dari PKS melalui PAW.
Pada Pilwali 2021, hampir saja ada Wawali Balikpapan mewakili kaum perempuan. Dia adalah Risti Utama Dewi, istri Ketua DPC PDIP Balikpapan Tohari Aziz. Dia diminta RM menggantikan suaminya, yang meninggal karena Covid 19. Sayang prosesnya tidak berjalan lancar sampai habis masa jabatan selama 5 tahun, Risti tak juga jadi.
Kota Balikpapan belum punya pengalaman dipimpin seorang perempuan. Beda dengan Bontang. Saat ini wali kotanya perempuan yaitu dr Neni Moerniaeni, Sp,OG. Sebelumnya ada Hj Najirah, SE yang menjadi wakil wali kota. Bupati Berau juga perempuan. Dia adalah Hj Sri Juniarsih Mas. Sebelumnya suaminya, Muharam jadi bupati, tapi meninggal karena Covid.
Kabupaten Paser juga sempat punya wakil bupati perempuan. Namanya, Hj Syarifah Masitah Assegaf. Dia menjabat pada periode 2021-2024. Selanjutnya dia mencalonkan diri sebagai bupati pada Pilkada 2024, tapi gagal.
Saat ini Bupati Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) juga perempuan. Namanya, Angela Idang Belawan. Hebat, karena dia memimpin daerah yang tantangan dan medannya relatif berat.
CALON PILWALI 2029
Kalau Nurlena benar-benar tidak maju, siapa calon lain dari unsur perempuan yang kemungkinan bisa maju pada Pilwali Balikpapan 2029? Rasanya kalau untuk menjadi calon wali kota tidak gampang. Lebih terbuka ke kursi wawali. Entah Hj Wahidah, apa masih punya semangat?

Saya dengar tempo hari Hj Syarifah Santiyansyah, SH, M.Si alias Bunda Neni, adik mantan Bupati Kota Baru, Sayed Jafar Alaydrus berminat mencalonkan diri. Dia lahir di Balikpapan, 7 April 1972. Pada Pilwali Balikpapan 2024, dia sempat turun kampanye mendukung pasangan Rendy Ismail-Eddy Tarmo. Dia berkeluarga dengan Emi Alaydrus, pemilik Batik Ampiek.
Sekarang Bunda Neni menjadi Sekretaris DPD Hanura Kalsel mendampingi SJA. Dia pernah menjadi anggota DPRD Kalsel dari Partai Golkar. Pengalaman politiknya sangat mumpuni.
Dalam tulisan saya terdahulu, saya menyebut beberapa nama. Dari unsur partai yang sekarang duduk sebagai anggota DPRD Balikpapan, rasanya hanya ada 2 nama. Yaitu Mieke Henny dari Partai Demokrat dan Yusdiana dari Partai NasDem.

Mieke politisi andal. Dia satu-satunya wakil Partai Demokrat di Dewan. Baru saja menikah untuk kedua kalinya dengan perwira polisi Ipda Parman. Ada balihonya di beberapa sudut jalan. Ada yang bilang sekalian untuk kampanye. Mieke pernah menjadi Ketua LPM Gunung Bahagia.
Yusdiana memang wajah baru, tapi dia sekarang sebagai Ketua Fraksi. Suaminya pengusaha, Abdul Hakim Rauf, Ketua DPD NasDem Balikpapan dan pernah mencalonkan diri sebagai wakil wali kota bersama Andi Burhanuddin Solong (ABS).

Selain itu ada Ida Prahastuty, S.Sos, M.Si. Dia pernah menjadi anggota DPRD dari Partai Golkar. Pernah menjabat Ketua Komisi IV dan Ketua Bapemperda. Belakangan pindah ke NasDem, kemudian hijrah lagi ke PPP. Ida termasuk politisi perempuan Balikpapan yang andal. Juga aktif di kegiatan pendidikan dan sosial. Sekarang dia memimpin Yayasan Al Jabal Nur/SMK Utama Al Jabal Nur di Samboja, Kukar.

Dari birokrasi ada dr Andi Sri Juliarty alias dr Dio. Dia birokrat andal dan berkualitas. Sekarang menjabat Asisten III dan sebelumnya pernah menjadi Kadis Kesehatan. Dia juga dipercaya menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan. Selain dr Dio, bisa juga dipertimbangkan dr Cokorda Ratih Kusuma, yang saat ini memegang jabatan Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora). Sebelumnya pernah jadi Direktur RUSD Beriman.

Sementara dari organisasi profesi ada dua nama. Yaitu Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kaltim Erna Gafar dan Ketua IWAPI Balikpapan Yuli Shinta Noviyanti. Erna dan Yuli sangat aktif di organisasi pengusaha. Mereka memang pengusaha. Erna juga duduk di kepengurusan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim, sedang Yuli juga aktif di organisasi Srikandi Pemuda Pancasila (PP).

Dari dunia perguruan tinggi ada satu tokoh perempuan yang menarik. Dia adalah Dr Hj Andi Surraya Mapangile, SKM, M.Kes, istri Rektor Uniba Dr Isradi Zainal. Andi Surraya pernah menjabat Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran dan Staf Ahli Rektor.
Wanita kelahiran Wajo, Sulsel, 12 Februari 1977 ini, pakar bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dia duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3P) Kaltim. Tahun 2024 menerima penghargaan Tokoh Pemeduli K3 dari Pemprov Kaltim.

Yang perlu kita cermati setelah Hj Nurlena tidak, Bani Mas’ud masih punya 2 stok kader perempuan yang bisa saja didorong maju. Yaitu Hj Syahariah Mas’ud yang sekarang duduk sebagai anggota DPRD Kaltim dan Hijrah Mas’ud, istri dr Ifransyah Fuadi, Direktur RSU Beriman. Syahariah juga pernah menjadi anggota DPRD Sulbar.
Posisi Hijrah sekarang ini sangat strategis. Dia mendampingi sang kakak, Gubernur Rudy Mas’ud. Ada yang bilang dia “penguasa” Kantor Gubernur. Jabatan resminya Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim.(*)



