Kada di KBBKT, Tetap Soto Banjar

Ulun lagi makan soto Banjar ulahan bini sorang, Bunda Arita.

KETIKA berlangsung Musyawarah Daerah (Musda) V Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT) Kota Balikpapan di Hotel Tiga Mustika, Minggu (27/9) ulun sempat dihubungi Pak Apriansyah, Pak Fajri Zam Zam dan Pak Munir Asnawi. Mereka betakun kenapa ulun kada datang. Ulun bilang kada diundang. Hal yang sama juga dialami mantan Ketua KBBKT Balikpapan H Redy Asmara dan Ibu Tities.

“Aku, Bu Tities dan Pak Rizal kada diundang,” ujar H Redy berkomentar di grup WA, Bubuhan Banjar Bersatu.

Musda itu dibuka oleh Asisten 1 Pemkot Drs Zulkfili. Lalu diadakan pemilihan ketua. Hasilnya, H Rendy Ismail terpilih sebagai Ketua KBBKT Balikpapan 2026-2031. Inya sehari-hari dikenal sebagai  Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan (Yapenti DW) Kalimantan Timur yang menaungi Universitas Balikpapan (Uniba).

Sebenarnya dalam Musda tersebut, ada dua calon ketua. Selain Rendy, ada nama Hj Wahidah. Sidin ini lawan laki sidin, dr Hakim pernah ikut Pilwali Balikpapan dan pernah menjadi anggota DPRD. Tapi hasil pemungutan suara, semuaan memilih Rendy.

Pak Fajri Zam Zam, H Apriansyah dan Munir Asnawi di pembukaan Musda KBBKT Balikpapan.

Ada yang takajut kenapa Rendy yang terpilih? Soalnya Rendy selama ini dikenal lebih dekat dengan budaya Jawa. Rancak hadir di acara kuda lumping dan wayangan. Selalu pakai blankon. Kalau kada salah, inya Pembina Paguyuban Begalang (Brebes, Tegal dan Pemalang). “Kedada yang asli Banjarkah?” takun bubuhannya di WA.

Dihadapan peserta Musda, Rendy memperkenalkan diri soal kebanjarannya. “Abah ulun urang asli Loksado, Kandangan, Kalimantan Selatan dan mama ulun urang Jawa,” ujarnya. Rendy sendiri lahir di Balikpapan, 17 Agustus 1963. Pada Pilwali Balikpapan 2024, inya umpat menyalon. Rendy berpasangan dengan Edy Tarmo dari PDIP. Tapi kada berhasil.

KBBKT adalah adalah organisasi perantauan urang Banjar di Kaltim. Induknya di Kalsel dengan ngaran Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa-Dunia. KBBKT dipimpin Irianto Lambrie. Sempat dualisme dengan KBBKT yang dipimpin mantan Bupati Kutim Ismunandar.

KBBKT Balikpapan sempat diketuai H Redy dua kali sejak 2012.  Setelah habis masa baktinya, Irianto menunjuk Syaiful Abdul Munif sebagai pelaksana tugas (Plt) sampai digelarnya Musda.

Acara Maulutan Nabi Besar Muhammad SAW dihadiri H Redy Asmara, mantan Wagub Hadi Mulyadi bersama KH Ahmad Sanusi Ibrahim (Guru Jaro) sebagai penceramah.

Orang Banjar adalah suku terbesar ke-3 di Balikpapan setelah Jawa dan Bugis. Jumlah warga Banjar diperkirakan 103.387 jiwa atau sekitar 13,65 persen dari total penduduk Balikpapan sebanyak 757.418 jiwa. Di luar data resmi, bisa jadi jumlah warga Banjar di Balikpapan lebih besar lagi dari 103 ribu orang.

Setidaknya ada dua orang Wali Kota Balikpapan yang berdarah Banjar.  Yang pertama Letkol Pol Haji Asnawi Arbain, lalu ulun. Haji Asnawi menjadi wali kota periode 1974-1981. Nama beliau diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Bejebeje yang ada Stadion Tenis-nya.

Ulun jadi Wali Kota Balikpapan ke-9. Memulai jabatan sejak 2011 sampai 2021. Sebelumnya sempat menjadi wakil wali kota mendampingi Pak Imdaad Hamid. Waktu itu bubuhan KBBKT Balikpapan sangat rakat di bawah kepemimpinan H Redy.

Rendy bersama bubuhan yang mengikuti Musda V KBBKT Balikpapan 2026.

GARA-GARA PILGUB

Sebenarnya ulun sendiri kada soal kada diundang Musda. Biasa aja. Diundang kada diundang  kada menghilangkan darah Banjar di awak ulun. Tapi Pak Fajri Zam Zam pinanya takajut. Sepertinya sidin kada tahu perkembangan KBBKT yang agak “mucai” pasca Pilgub Kaltim 2024.

Pada Pilgub lalu, Irianto Lambrie menjadi Ketua Tim Pemenangan Rudy Mas’ud-Seno Aji. Sedang ulun dengan beberapa tokoh Banjar lainnya termasuk H Redy lebih mendukung pasangan Pak Isran Noor-Hadi Mulyadi. Kita menganggap Isran-Hadi lebih dekat dengan bubuhan kita.

Perbedaan pilihan itu sebenarnya biasa saja dan baik.  Tapi Irianto sendiri punya pandangan lain. Dia atas nama pengurus menggusur Wakil Ketua Umum II Redy Asmara dan Wakil Ketua Umum V H Eddy  Kuswadi menjadi anggota Dewan Penasihat.

Selain itu dia juga mengeluarkan Wakil Ketua Umum III H Ahmad Jubaidi, Ketua II H Rachmadansyah, Ketua VI  Dr Achmad Sopiyan, Sekretaris IV Riduansyah  dan Sekretaris VI Muchlis dari struktur Badan PW-KBBKT.

Ibu-ibu arisan bubuhan Banjar yang dipimpin Ibu Tities. Setiap bulan bedapatan di gedung pertemuan H Redy Asmara di Jl Syarifuddin Yoes. Bafoto baimbai dengan H Redy dan ulun.

Alasan dia yang dicantumkan dalam SK adalah penyempurnaan karena ada beberapa pengurus berhalangan tetap, ada yang meninggal dunia dan ada yang mengundurkan diri.  Selain juga untuk mengefektifkan kembali kepengurusan di tingkat wilayah.

Mereka yang digeser dan dikeluarkan dari pengurus tingkat provinsi sudah  berkirim surat ke PP-KBB. Mereka membantah semua alasan yang disampaikan. Mereka menegaskan apa yang dilakukan PW-KBBKT adalah tindakan sepihak, sehingga harus dicabut kembali.

Berkaitan dengan habisnya masa tugas H Redy sebagai Ketua KBBKT Balikpapan, Irianto tanpa koordinasi dengan ketua lama langsung menunjuk Syaiful sebagai Plt dan menugaskannya melaksanakan Musda untuk memilih pengurus baru. Syaiful pernah menjadi Sekretaris PD KBBKT Balikpapan era H Redy. Tapi dia mengundurkan diri karena suatu masalah.

H Redy sangat berjasa di KBBKT. Banyak berbuat dan berkorban untuk organisasi tanpa motif apa-apa.  Kecuali ingin mengabdi. Sidin urang Kalua. Banyak bubuhan sidin di Handil. Pada Pra Kongres KBB di Balikpapan,  semuaan sidin yang membiayai. Karena itu H Redy mendapat kehormatan diangkat sebagai wakil bendahara dalam kepengurusan PP-KBB yang dipimpin Paman Birin.

Sepertinya ada pihak yang suka KBBKT pecah atau becakut. Tapi kita sorang kada sadar hal itu. Ibaratnya membiarkan batang tanggalam. Karena itu ulun dan bubuhan lainnya untuk sementara kada umpat di KBBKT.  Meski kada di KBBKT, ulun tetap haja suka lawan soto Banjar dan nasi kuning iwak haruan. Kebujuran bini ulun, Bunda Arita nyaman jua meulah sorang. Kalau kada ulun nukar ke Kuin Abduh di Gunung Sari atau ke Paman Arsyad di Sungai Ampal. Pokoknya tetap nyaman di liur cuai. Tapi kada liur baungan. He.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *