Abdunnur, Rektor Unmul Lagi?

Rektor Unmul Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si, IPU, ASEAN Eng.

PEMILIHAN Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda masa bakti 2026-2030 akan digelar pada 10 Juni mendatang. Apakah Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si, IPU, ASEAN Eng  akan terpilih kembali atau ada wajah baru yang muncul? Tentu kita tunggu dulu proses pemilihannya.

Abdunnur dilantik menjadi Rektor Unmul ke-8 oleh Menteri Dikbudristek Nadiem Makarim di Jakarta, 27 Oktober 2022. Ia menggantikan Prof Masjaya yang sudah 2 kali masa jabatan. Beberapa bulan lagi berakhir masa jabatan dia, karena itu mulai dilakukan proses pemilihan rektor baru.

Saat ini Ketua Pemilihan Rektor Unmul Prof Mustofa Agung Sarjono bersama timnya tengah melakukan verifikasi administrasi dari 5 nama calon yang masuk. Calon yang belum lengkap masih diberikan waktu sanggah dan perbaikan dokumen sebelum nama calon itu diserahkan panitia ke  Senat Universitas.

Mustofa mengakui ada 5 nama yang masuk ke panitia. Tapi dia belum bersedia menyebutkan nama-namanya. “Itu wewenang Senat Universitas yang mengumumkan,” katanya. Dari yang terpantau di media sosial, ada dua nama yang terungkap.  Selain petahana yaitu Prof Abdunnur, ada juga nama Prof Dr Rudianto Amirta, S.Hut,  Dekan Fakultas Kehutanan periode 2016-2024.

Prof Abdunnur ketika menyerahkan berkas calon Rektor Unmul 2026-230 kepada ketua panitia pemilihan, Prof Mustofa Agung Sarjono.

Pada tanggal 10 Juni nanti  baru dibuka Rapat Senat Terbuka. Para calon diwajibkan menyampaikan visi misinya. Kemudian Senat akan memilih 3 kandidat terbaik untuk kemudian diajukan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebelum pemilihan final dilaksanakan 21 Juli 2026.

Menurut Prof Agung, format pemilihan rektor tidak sepenuhnya di tangan Senat. Suara Senat memegang porsi 65 persen. Sisanya 35 persen ada di tangan Kemendiktisaintek. Jadi calon yang unggul di pemilihan tingkat Senat, bisa saja berubah setelah suara Kementerian digabungkan.

Karena ada tangan Kementerian, kata seorang anggota Senat yang tak mau disebutkan namanya, maka bisa saja unsur politik ikut mempengaruhi. Bisa jadi ada bisikin dari seorang gubernur, pimpinan parpol dan anggota DPR RI serta pemerintah pusat.

Anggota Senat tadi berharap Kementerian mau mendengarkan aspirasi dari kampus, tidak terpengaruh dengan berbagai kepentingan yang bisa merugikan semua pihak. Dia berharap pemilihan rektor bebas dari intervensi politik agar rektor terpilih sesuai aspirasi dan bisa leluasa menjalankan visi misinya.

Dari sejak berdiri 27 September 1962, Unmul sudah memiliki 8 rektor. Mereka adalah Prof Sambas Wirakusumah (1972-1980), Prof Soetrisno Hadi (1980-1988), Prof Yunus Rasyid (1988-1997), Prof Rachmad Hernadi (1997-2006), Prof Achmad Ariffien Bratawinata (2006-2010), Prof Zamruddin Hasid (2010-2014), Prof Masjaya (2014-2022) dan Prof Abdunnur (2022-2026).

Sebelum ada rektor, Unmul dipimpin presidium. Mereka yang pernah menjadi ketua presidium di antaranya Sayid Mochsen, Ny Djumantan Anang Hasyim, Gubernur Kaltim Abdoel Moeis Hassan, Kol Inf Soekadijo dan Gubernur Kaltim A Wahab Sjachranie. Semuanya telah tiada.

Prof Abdunnur bersama para anggota Senat dan dosen yang memberikan dukungan kepadanya.

DIDUKUNG 81 SENAT

Banyak pihak yang berharap Abdunnur mendapat kesempatan memimpin Unmul untuk kedua kalinya. Dia putra daerah yang dianggap menunjukkan kualitas hebat dan layak diberi apresiasi.

Abdunnur kelahiran Kabupaten Bulungan (waktu itu masih bagian dari Provinsi Kaltim), 8 Maret 1967. Jadi bulan lalu dia genap berusia 59 tahun. Ayahnya, KH Sabranity pernah menjadi Kepala Kantor  Agama dan dikenal sebagai salah satu ulama besar di Kaltim terutama Samarinda.

Setelah tamat di SMAN 1 Samarinda dia meneruskan S1 di Fakultas Pertanian Unmul. Lalu berhasil meraih Master Ilmu Kelautan di IPB Bogor dengan predikat summa cum laude. IP kumulatifnya sempurna, 4,00. Dia meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Sumber Daya Hayati Akuatik (Aquatiq Bioresource Science) di Nihon University, Jepang. Kepakarannya di bidang Ekologi Perairan itu yang mengantarkan menjadi Guru Besar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul.

“Saya siap untuk memimpin Unmul kembali,” katanya ketika menyerahkan berkas pendaftaran di Kampus Unmul, Selasa (12/5) lalu. Apalagi 81 dari 94 anggota Senat Unmul memberikan dukungan baik secara lisan maupun tertulis. “Dukungan itu menjadi energi bagi kami untuk melanjutkan pembangunan Unmul ke depan,” tambahnya.

Rektor Unmul Prof Abdunnur ketika menerima anugerah gelar dari Sultan Kutai Kartanegara ing Martdipura Aji Muhammad Arifin bersama Ibu Ratu.

Sebelum menjadi Rektor Unmul, Abdunnur pernah menjadi Dekan FPIK dan Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan Unmul. Dia juga pernah menjadi  Ketua Program Studi Sumber Daya Perikanan dan Ketua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan.

Menurut Dr Muhammad Noor, M.Si, mantan Dekan FISIP yang sekarang memangku jabatan Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unmul, Prof Abdunnur sebagai rektor berhasil menginisiasi dan menjalin kerjasama dengan banyak pihak, baik dalam maupun luar negeri, khususnya di bidang peningkatan tridharma (pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat).

Di bidang akademik, Abdunnur juga memberikan perhatian luar biasa dan memberi kontribusi besar dalam rangka peningkatan akreditas program studi. “Di akhir tahun 2025, Rektor Abdunnur berhasil membawa Unmul mendapatkan akreditasi Unggul. Tentu ini pencapaian luar biasa,” kata M Noor.

Di kalangan para rektor, Prof Abdunnur juga masuk dalam jajaran 10 Rektor Paling Berpengaruh di Indonesia. “Bagi saya beliau terbaik, apalagi perhatian dan kepedulian dengan rekan kerja juga luar biasa. Hampir tidak ada WA yang tidak dibalas, dan cepat memberi respon apresiasi kepada dosen atau mahasiswa yang meraih prestasi,” kata M Noor lagi.

Prestasi Rektor Abdunnur di Tata Kelola Keuangan juga diakui. Unmul berhasil mendapatkan opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut 4 tahun. Juga berhasil memperoleh peringkat “A” untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Institusi Pemerintah (SAKIP) pada 2 tahun terakhir serta memperoleh peringkat “A” untuk Indeks Kinerja Perencanaan Anggaran (IKPA).

Prof Rudianto Amirta ketika menyerahkan berkas pancalonannya.

Prof Dr Ir HM Aswin, MM, Guru Besar Ekonomi Pembangunan di Fakultas Pertanian juga memberikan dukungan kepada Abdunnur. “Di bidang pendidikan prestasi beliau sangat banyak. Secara personal dia adik kelas kami di Fakultas Pertanian. Yang terpenting beliau sebagai anak tokoh ulama Kaltim (KH Sabranity) yang bisa menjaga marwah orang tua dengan prilaku bermoral baik,” kata mantan Ketua Bappeda Kaltim ini.

Di tengah kesibukannya sebagai Rektor, Abdunnur juga didaulat menjadi Ketua Dewan Kebudayaan Nusantara Kaltim. Dia juga mendapat anugerah gelar dari Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin. Kalau ditulis lengkap namanya menjadi Raden Panji Cokro Negoro Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si, IPU, ASEAN Eng. Itu bukti bahwa dia sangat memasyarakat dan menjaga budaya yang kuat, sehingga layak menjadi Rektor Unmul masa bhakti 2026-2030.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *