12 Tahun ITK “Specta”

Menteri AHY bersama Rektor, Gubernur dan Wagub Seno Aji meresmikan secara simbolis Kerjasama Konsorsium Institut Teknologi Negeri di Indonesia (ITX).

SETELAH  Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, seharusnya Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan menjadi “anak kandung” kedua dari Pemrov Kaltim. Keduanya dirintis dan didirikan orang Kaltim untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini menuju Indonesia Emas 2045.

Dari segi usia, ITK masih muda. Unmul sudah berusia 64 tahun, sedang ITK baru memasuki usia 12 tahun. ITK diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 6 Oktober 2014 melalui Perpres No 125 Tahun 2014.

Memang SBY yang punya gagasan. Dia ingin menambah 2 institut teknologi yang besar seperti ITB atau ITS. Satu didirkan di Kalimantan yaitu ITK dan satu lagi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung.

Ketika meresmikan Politeknik Balikpapan (Poltekba), 9 November 2011, Menteri Pendidikan M Nuh menyampaikan gagasan SBY tersebut. Saya sebagai wali kota bersama Gubernur Awang Farouk Ishak serius menyambut gagasan tersebut.

Menteri AHY, Gubernur Rudy Mas’ud dan Rektor Agus Rubiyanto bersama 3 mahasiswa ITK berprestasi.

Syaratnya, kata M Nuh, Pemda harus menyediakan lahan seluas 300 hektare. Saya dan Pak Gub langsung menyanggupi. Bahkan Gubernur membuat surat pertanyaan. “Nanti kita lakukan pembebasan lahan secara bertahap,” kata Pak Awang. Selanjutnya saya ditugasi mencari lokasi dan akhirnya ditetapkan di kawasan Km 15 Karang Joang, Balikpapan Timur.

Saking semangatnya, meski kampusnya belum jadi, Gubernur sudah mengirim 100 mahasiswa ITK numpang kuliah di kampus Institut Teknologi Surabaya (ITS), yang menjadi bapak asuh ITK. Mahasiswa baru pertama ITK itu diberi bea siswa oleh Pemprov Kaltim.

Sayangnya pembebasan lahan ITK tidak berjalan lancar. Selain masalah teknis, juga belakangan Pemprov didera kondisi pendanaan yang terbatas. Jadi sampai sekarang lahan untuk kampus ITK belum sampai 100 hektare. Sisanya masih menjadi “utang” Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan.

“Ya kami sangat mengharapkan dukungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan agar pembebasan lahan untuk ITK dilanjutkan kembali,” kata Rektor ITK, Prof Agus Rubiyanto.

Menko Infrastrutktur dan Pengembangan Wilayah AHY menjawab pertanyaan wartawan didampingi Gubernur Rudy Mas’ud dan Rektor ITK Prof Agus Rubiyanto.

Menurut Agus, pembebasan lahan untuk ITK sangat mendesak. Ini berkaitan dengan pengembangan infrastruktur ITK, mulai penambahan gedung perkuliahan, fasilitas laboratorium sampai fasilitas lainnya. “Saya agak waswas karena lahan di sekitar ITK mulai ramai dibangun untuk kawasan permukiman,” jelasnya.

Agus tentu berharap dengan kesediaan Wakil Gubernur Seno Aji menjadi Ketua Dewan Pertimbangan ITK, maka posisi ITK sudah resmi menjadi “anak kandung” yang akan mendapat perhatian penuh dari Pemprov Kaltim.

Tempo hari kita juga berharap dukungan Ibu Hetifah Sjaifudian ketika masih menjadi Ketua Komisi X DPR RI. Komisi X membidangi masalah pendidikan, sains, teknologi, pemuda, olahraga, literasi, riset, inovasi serta statistik.  Sayang sekarang dia digeser fraksinya ke Komisi VIII, yang membidangi agama, sosial, kebencanaan serta pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak. Hetifah juga didaulat menjadi anggota Dewan Pertimbangan ITK.

Menteri AHY, Gubernur Rudy Mas’ud dan Rektor Agus Rubiyanto bersama 3 dosen ITK berprestasi.

AHY DAN HARUM KE ITK

Merayakan Dies Natalisnya yang ke-12, Kamis (6/10) kemarin digelar rapat senat terbuka dipimpin Rektor ITK Prof Agus Rubiyanto di Kampus ITK. Acara Dies berlangsung meriah karena dihadiri Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (HARUM) dan Wakil Gubernur Seno Aji juga hadir. Surprise karena mereka mau datang berdua. Ada juga Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro  beserta anggota Forkompimda lainnya. Yang tidak hadir Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud termasuk wakilnya, Bagus Susetyo.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) diwakili Sekretaris Bimo Adi Nursanthyasto. Ada juga sejumlah rektor hadir di antaranya Rektor Universitas Mulya Dr Agung Sakti Pribadi, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan Ketua Yayasan STT Migas Balikpapan Lauhil Machfudz Zakir, ST, M.Eng.

Penampilan tari khas Dayak memeriahkan Dies Natalis 12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Selain Wagub, dari anggota Dewan Pertimbangan ITK yang datang di antaranya anggota Komisi IV DPRD Kaltim Hj Syahariah Mas’ud. Dia kakak kandung Gubernur. Selain itu, ada Ketua NU Kaltim HM Fauzi Achmad, Direktur PT Wulandari Bangun Laksana (BSB) Tjia Daniel Wirawan ST dan Zainal Abidin.

Prof Agus mengaku senang AHY bisa menjejakkan kaki di kampus ITK. Soalnya dia penerus dari sang ayah, Presiden SBY, yang sangat berjasa dengan membangun ITK dan ITERA. Sampai dia ungkapkan dalam sebait pantun.

AHY juga diberikan kehormatan untuk menyampaikan orasi ilmiah. Dia pemegang 4 gelar keilmuan. Gelar MA di bidang manajemen dan kepemimpinan dari George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University, AS, master administrasi publik (MPA) dari John F Kennedy School of Government di Harvard University, AS, master sains (M.Sc) di bidang Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan doktor (Dr) program studi Pengembangan SDM di Universitas Airlangga Surabaya.

Selain mengulas pembangunan infrastruktur Indonesia, secara khusus dia berpesan kepada ITK mengembangkan 5 hal prinsif untuk mencapai kemajuan dan melawan persaingan. Yaitu Kompetensi, Karakter, Kreativitas, Kolaborasi dan Kepemimpinan.

AHY menegaskan ITK adalah “The Engine of Technology Innovation & Transformation” terutama di bidang hutan dan keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan teknologi pertanian serta pembangunan kota cerdas yang berkelanjutan.

AHY juga menggambarkan bahwa Kalimantan termasuk Kaltim sebagai laboratorium besar transformasi nasional di bidang energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, kehutanan, ekonomi maritim, logistik, kota cerdas, keanekaragaman hayati, energi terbarukan dan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kesempatan itu, Prof Agus menyampaikan gagasan pembangunan pintu gerbang ITK yang memerlukan anggaran sekitar Rp10 miliar. “Kita dukung seribu persen,” kata Gubernur sambil menunjuk Wagub Seno Aji.

Memasuki usia ke-12, ITK saat ini memiliki hampir 8.000 mahasiswa. Sebagian besar adalah putra-putra Kaltim. “Kami siap membangun dan menyiapkan SDM berkualitas baik untuk Kaltim maupun IKN,” kata Rektor sambil meneriakkan yel-yel ITK. SPECTA. Solid, Peduli, Cerdas, Beriman dan Bertaqwa.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *