Sekolah Hanya 3 Murid

Potret dua murid SDN No 005 .(tuturmediadegital)

ADA sekolah muridnya hanya 3 orang. Malah waktu upacara Senin, satu orang berhalangan, jadi peserta upacara hanya 2 murid. Kebetulan gurunya juga 3 dan satu juga absen. Jadi saat upacara diikuti 2 guru dan 2 murid.

Pemandangan menarik dan unik ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Mentarang Hulu, Dusun Bang Biau, Desa Lung Barang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau.

Malinau dulu masuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Tapi setelah adanya pemekaran di tahun 2012, maka kabupaten berpenduduk 89.481 jiwa (2026) itu menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Yang menjadi Bupati Malinau sekarang adalah Wempi Wellem Mawa dengan wakilnya, Jakaria. Mereka orang daerah.

Laporan sekolah hanya punya murid 3 orang ini saya kutip dari pemberitaan 3Sula Control Media (TCM), 5 Oktober 2026. Fotonya sangat menarik dan humanis. Seorang guru mungkin sang kepala sekolah menjadi inspektur upacara. Dia berdiri di depan tiang bendera. Guru yang satunya lagi berdiri di samping 2 muridnya. Satu murid perempuan dan satunya murid laki-laki.

Upacara Bendera Hari Senin di SDN 005 Mentarang Hulu, yang diikuti 2 guru dan 2 murid.

Sepertinya upacara berlangsung khidmat. Sayang tidak disebutkan nama-nama guru dan murid yang ada di sekolah tersebut. Siapa saja yang bertugas menaikkan bendera dan membacakan teks Pancasila. Lalu apa saja pesan kepala sekolah yang disampaikan kepada muridnya.

Menurut keterangan guru yang mengunggah foto tersebut ke meja redaksi TCM  adalah Teguh Cahyono.Dia menyebutkan, sekolah itu memang hanya memiliki tiga siswa yang tersebar di kelas 1 dan 2. Mereka didampingi 3 guru yang tetap menjalankan proses pembelajaran meski jumlah peserta didiknya sangat terbatas sekali.

Gedung SDN 005 Mentarang Hulu digambarkan sangat sederhana. Berdinding papan dengan fasilitas bangku seadanya dicat berwarna biru. Tapi tetap memungkinkan sang guru memberikan pelajaran kepada muridnya. Apalagi muridnya hanya 2 atau 3 orang. Jadi sangat longgar sekali.

Tidak dijelaskan mengapa murid sekolah tersebut sangat sedikit. Apakah warga di sana tak banyak punya anak usia sekolah, orang tua tak mau menyekolahkan anaknya atau ada sekolah lain?. Tapi menurut laporan TCM, upaya menggabungkan SDN No 005 dengan SDN lain tidak memungkinkan karena jaraknya yang sangat berjauhan.

Suasana belajar di SDN No 005 Mentarang Hulu yang diikuti 2 murid.(tuturmediadigital)

Keterangan yang baru didapatkan dari tuturmediadigital menyebutkan, keterbatasan murid itu disebabkan oleh depopulasi karena penduduk di sana banyak yang pindah atau migrasi ke wilayah kota.

Saya jadi teringat ketika puluhan tahun silam meliput wilayah Kayan Hulu, yang juga masuk Kabupaten Malinau. Penduduknya tinggal beberapa orang yang sudah berusia lanjut, karena yang muda eksodus ke wilayah perkotaan. Alasan mereka untuk mencari kehidupan yang lebih baik dengan akses transportasi yang lebih mudah dan murah. Inilah potret kehidupan masyarakat di wilayah terpencil dan pedalaman.

Long boat yang dipergunakan untuk mencapai Desa Lung Barang.

LEWAT SUNGAI DAN JERAM

Saya pernah ke ibu kota Malinau. Tapi belum pernah ke Dusun Bang Biau, Desa Lung Barang, Mentarang Hulu. Katanya jauh dan sulit dijangkau.  Akses transportasi sebagian besar masih mengandalkan jalur sungai, melewati jeram dan berjalan kaki. Biasanya mereka menggunakan long boat, perahu panjang bermesin.

Beberapa wilayah di Mentarang Hulu memanfaatkan penerbangan perintis di Lung Fala. Ada pesawat kecil dari misi gereja (MAF) atau Susi Air. Biasanya digunakan untuk keadaan darurat atau mobilitas cepat ke pusat Kabupaten Malinau.

Kecamatan Mentarang Hulu adalah hasil pemekaran dari Kecamatan Mentarang dengan luas wilayah 2.926,66 km2. Jumlah penduduknya 2.106 jiwa (2024). Mereka menghuni 10 desa. Ada desa Lung Fala, Lung Kebinu, Lung Mekatif, Lung Simau, Lung Sulit, Lung Semanu, Long Gafid, Long Liku, Desa Temalang dan juga desa Lung Barang.

Wajah Desa Lung Barang yang terpencil di kawasan pedalaman Kabupaten Malinau.

Kondisi topografi Mentarang Hulu didominasi oleh wilayah pegunungan dan daratan. Wilayahnya sebagian besar berbatasan dengan Kabupaten Nunukan.

Sedang Desa Lung Barang adalah ibu kota Kecamatan Mentarang Hulu. Kantor camatnya cukup megah terletak di Jl Kofol RT 01.

Mayoritas penduduk di desa ini bekerja sebagai petani dan pekebun tradisional. Perekonomian sangat bergantung pada hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena posisinya yang berada di kawasan pedalaman dan dekat dengan wilayah konservasi, masyarakat memanfaatkan hasil hutan non kayu, seperti perburuan tradisional, tanaman obat, serta potensi madu hutan.

Pengembangan ekonomi skala besar masih terbatas akibat letak geografis yang terisolasi dan berada di sekitar bentang alam perbatasan. Hal ini membuat perdagangan logistik keluar-masuk wilayah desa memerlukan biaya tinggi.

Kawasan Mentarang dikenal dunia dengan adanya Taman Nasional  Kayan Mentarang (TNKM) seluas 1,2 juta hektare. Awalnya tahun 1980 berstatus cagar alam, kemudian pada tahun 1996 ditetapkan sebagai taman nasional.

Suasana bermain kedua murid SDN No 005 di halaman sekolah.(tuturmediadegital)

Yang menarik, TNKM menjadi contoh konservasi berbasis masyarakat. Di sini pengelolaannya dilakukan secara kolaboratif antara masyarakat adat Dayak melalui Forum Musyawarah Masyarakat Adat (FoMMA).

TNKM menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik Kalimantan, seperti kucing merah Kalimantan (Catopuma badia), macan dahan, beruang madu, owa-owa serta ratusan jenis burung dan anggrek. Kabarnya di sini juga ada gajah Kalimantan yang sangat langka.

SDN No 005 Mentarang Hulu potret terbalik dengan sekolah di perkotaan. Yang di sana kekurangan murid, sedang sekolah di kota justru sesak-sesakan. Tantangan buat pemerintah dan kita semua dalam melakukan pemerataan pembangunan.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *