Platinum dan 28 Coffee

Bersama Pak Charles dan Pak Soegianto pada perayaan HUT ke-11 Platinum Hotel.

Catatan Rizal Effendi

TAHUN 2026 tetap tahun hoki bagi Platinum Group. Usaha perhotelan yang digagas keluarga Pak Charles ini terus berkembang. Awalnya dia bergerak di bisnis angkutan dan kontraktor, tapi sekarang dia bersama saudara dan anak-anaknya sudah masuk ke berbagai cabang usaha. Di antaranya rumah sakit dan café. RS Restu Ibu Balikpapan sudah dibeli dia. Sekarang ada 28 Coffee yang tengah dikembangkan.

Platinum Hotel & Convention Hall pada 1 Oktober lalu merayakan ulang tahunnya ke-11. Hampir semua mitranya datang menyampaikan ucapan selamat. “Terima kasih memberikan kepercayaan kepada kami,” kata Charles yang selalu tampil ramah dan low profile.

Charles didampingi tim manajemen lainnya. Ada saudara, istri dan anaknya. Termasuk juga Soegianto, yang menjadi Direktur Operasional Platinum Group. Soegianto punya banyak jabatan di luar Platinum. Dia Ketua PHRI Balikpapan, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim dan beberapa orgnisasi olahraga.

Anton, GM Platinum Hotel bersama owner.

“Terima kasih saya dipercaya Pak Charles ikut mengembangkan Platinum Group,” kata Soegianto merendah. Sebelumnya dia juga sukses ketika ikut mengelola Bluesky Hotel milik Pak Linan Kurniahu dan Hotel Pacific milik Wong Keri.

Ketika didaulat menyampaikan pesan manajemen, Soegianto minta seluruh staf menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan dan keramahan. “Dengan pelayanan yang exellent, kita bisa memenangkan persaingan dan selalu diingat pelanggan,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari mitra dan pelanggan, mulai perbankan, dunia usaha, pemerintah dan berbagai lembaga dan instansi. Sejumlah pejabat tinggi dan pengusaha besar pernah menginap di Platinum. Termasuk Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri.

Selain di Balikpapan, Platinum juga berdiri di Yogyakarta, Jakarta, Surabaya dan Bali. “Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar,” kata Soegianto. Platinum menjadi kebanggaan tersendiri bagi Balikpapan, karena dari daerah mampu menembus kota-kota besar.

Karyawan Platinum Hotel mendapat penghargaan.

Suasana HUT ke-11 Platinum dikemas tidak terlalu formal. Tapi sangat berkesan.  “Tema hut kita, Timeless, Hospitality, Andless, Memories atau THEM,” ujar Anton, sang manajer. Maknanya, Platinum selalu ingin memberikan pelayanan yang terbaik dan tidak terlupakan. ”Platinum memang mengandalkan keramahan dan pelayanan,” jelasnya.

Di usia ke-11, kata Anton, Platinum Hotel Balikpapan sudah dilengkapi dengan fasilitas Convention Hall dengan kapasitas 3 sampai 4 ribu orang, yang dapat digunakan untuk wedding, festival, hingga berbagai kegiatan dan pertemua skala besar.

Platinum Hotel juga tengah melakukan penambahan kamar dan akomodasi untuk mendukung kegiatan berskala besar.

Syukuran pembukaan otlet ke-25 dari 28 Coffee, Platinum Group di RS Restu Ibu Balikpapan.

BERKEMBANG PESAT

Bisnis baru Platinum Grup adalah mengembangkan kedai kopi “28 Coffee” di Balikpapan dan Samarinda. Dalam waktu relatif singkat 28 Coffee berkembang pesat di kota ini. “Kopinya memang enak,” kata Vibra, pemuda yang sering bersama saya.

Menurut Soegianto, bisnis café tak kehilangan pasar, karena penikmatnya sekarang di segala umur. Tidak saja generasi Z atau milenial, tetapi juga generasi-generasi sebelumnya.

Jumlah café atau kedai kopi di Balikpapan sudah di atas 500-an. Nomor 2 terbanyak di Kaltim setelah Samarinda yang mencapai seribu lebih. “Tapi 28 Coffee tetap optimis mendapat tempat,” kata Soegianto.

Kedai kopi 28 Coffee didirikan pertama kali pada 2019 di Yogyakarta oleh Jacky Chan. Ada 3 gerainya di sana yaitu di Jl Seturan, Jl Godean dan Jl Taman Siswa. Lalu mewabah di berbagai kota besar termasuk Balikpapan dan Samarinda.

Soegianto menikmati cafe latte dari 28 Coffee di Jl Soekarno-Hatta.

Jacky Chan sempat datang ketika pembukaan cabang baru di Km 2,5 Jalan Soekarnor-Hatta, di depan terminal bis Pulau Indah Jaya, akhir Mei 2021. Lalu ada lagi di Km 1, samping Rajawali Foto dan di Jl Mulawarman, depan AURI serta di Gunung Pasir.

Tak lama usai perayaan HUT ke-11 Platinum Hotel, Charles membuka outlet  bar uke-25, 28 Coffee di RS Restu Ibu. Luar biasanya sambutannya. Rumah sakit sekarang dikelola dalam suasana baru yang lebih rileks dan modern. Karena itu kehadiran gerai kopi sangat tepat.

Seusai mengantar Pak Dahlan Iskan ke Embalut, Tenggarong Seberang, saya dan Vibra masuk ke Samarinda. Tujuannya cuma satu. Singgah di 28 Coffee, yang lokasinya di Jl Arif Rahman Hakim. Ketika saya masih tinggal di Samarinda tahun 70-an, jalan itu dikenal sebagai “jalan baru.” “Kita ngopi dulu di 28 Coffee,” kata Vibra.

Saya dan Vibra memesan kopi. Saya canela latte dan Vibra flavourfe latte. “Ini kopi mantap hasil racikan barista berpengalaman,” kata Vibra bersemangat. Setelah itu Vibra mengemudikan mobil dengan kencang ke Balikpapan. Kepala saya sampai terantuk plafon mobil gara-gara melindas jalan tol yang bergelombang. “Itu pengaruh kopi,” katanya tertawa.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *