Tanggal 27 Agustus

Di hari milad, tanam bibit jambu dan tabebuya bersama cucu saya, Defa dan Dafin.

Tanggal 27 Agutustus 2026 dalam penanggalan Islam masuk 14 Rabiul Awal 1448. Dua hari setelah perayaan hari kelahiran atau Maulid Nabi Besar Muhammad yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Dalam penanggalan Jawa, tanggal 27 Agustus 2026 itu masuk 14 Legi. Katanya itu hari baik, hari yang rasanya manis.

Saya mencatat khusus tanggal 27 Agustus yang tahun ini jatuh hari Kamis. Maklum ini hari ultah kelahiran saya ke-68. Sudah tidak muda lagi. Saya bersyukur Allah memberikan umur panjang dan sehat.

Saya apresiasi dengan Bu Eeng. Dia pelaku UMKM Balikpapan yang jauh hari sudah ingat hari kelahiran saya. “Minggu depan Bapak ulang tahunkan? Dirayain di Balikpapan apa IKN atau di mana?,” tanyanya lewat pesan singkat di WhatsApp (WA) sepulang mengikuti Upacara 17-an di IKN.

Bu Eeng pelaku UMKM yang gigih. Sejak saya jadi Wali Kota Balikpapan. Salah satu karyanya suka membuat makanan berbahan baku singkong. Dia juga mendapat kesempatan membuka warung di Ibu Kota Nusantara (IKN).  “Mampir di kantin saya di Kemenko 1 ya pak. Sejak 22 Agustus saya buka lagi di Nusantara Park. Doakan saya lancar ya pak,” katanya begitu.

Bersama Bu Eeng, pelaku UMKM Balikpapan yang membuka kantin di IKN.

Saya juga berterima kasih kepada Hotel Platinum. Dua stafnya Lia Jaelani dan Andini datang ke rumah saya mengantarkan kue ultah. Saya titip salam kepada Pak Charles, owner Platinum dan Pak Soegianto selaku Direktur Operasional serta tim manajemen lainnya. Semoga Platinum tambah maju.

Teman-teman di APINDO lebih dulu mengucapkan selamat lewat WA hari Rabu (26/8). Dikira saya sudah berulang tahun. Hal yang sama juga di bubuhan KKSS. “Selamat milad Pak Rizal, barakallah fii umrik. Bisa makan soto banjar kita hari ini,” kata Pak Adam, Ketua KKSS Balikpapan.

Ucapan berjamaah juga datang dari kawan-kawan pejuang Kaltim Post, yang sudah purna. “Selamat ultah Haji. Semoga sehat selalu, rezeki lancar. Aamiin,” ujar Pak Zam, Awal, Aras, Trias,  Amri, Bambang, Zuriah dan Balqis.

Andini dan Lia Jaelani mengantarkan kue ultah dari Hotel Platinum.

Selesai salat subuh di Masjid Ar Raudah, Balikpapan Regency, saya meluncur ke rumah Ibu saya di Bangun Reksa. Rutin, saya belikan beliau bubur ayam Mas Dani di dekat Hotel Platinum. Usia ibu saya sudah kepala 8, tapi masih sehat dan bisa baca Alquran dan Yasin tanpa kacamata.

Dari sana saya ke Balikpapan Baru, jemput cucu saya Defa dan Dafin untuk pergi ke sekolah. Mereka sekolah di Balikpapan Islamic School (BIS). Sekarang tambah satu, cucu saya yang bernama Jenna masuk di kelas 1.

Sebelum berangkat, saya sempatkan tanam pohon jambu dan tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) di depan rumah mereka. Bibit pohon itu saya dapatkan dari Persemaian Mentawir Kemenhut setelah ikut menanam di IKN. Tabebuya itu sakuranya Indonesia. Sekarang lagi banyak berbunga baik di Balikpapan maupun di daerah lain termasuk Jakarta. Sepertinya tabebuya sama dengan bougenville, malah rimbun berbunga di musim kemarau.

Sesuai anjuran saya waktu masih Wali Kota Balikpapan, perayaan apa saja seperti wisuda, menikah, kelahiran anak termasuk ultah harus  ditandai juga dengan menanam pohon.

Kita lagi musim kebakaran hutan akibat fenomena El Nino yang mendatangkan kemarau panjang. Lebih seribu hektare hutan dan lahan di Kaltim yang terbakar. Berapa banyak pohon alam yang hangus. Padahal pohon kita bernilai ekonomi tinggi dari jenis hutan tropika basah. Belum lagi fungsi ekologinya menjernihkan udara, menyimpan air dan menahan banjir.

Saya minta hitungan dari teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Berapa banyak pohon dari hutan Kaltim yang ditebang tiap tahun? AI mengambil data deforestasi Kaltim 2024 yang mencapai 36.707 hektare. Dia buat perbandingan. Jika satu lapangan bola luasnya 0,7 hektare, maka angka 36.707 hektare itu sama dengan 52 ribu lapangan bola. Bayangkan betapa luasnya hutan Kaltim yang musnah.

AI juga membuat rincian dan analisis seperti ini. Kira-kira hutan Kaltim itu diisi sekitar 600 pohon berukuran besar (diameter di atas 10 cm) atau 1.500 batang termasuk anakan tiap hektare. Jadi dengan 36.707 hektare hutan yang hilang, maka itu setara 12-22 juta pohon besar yang tumbang atau 36-55 juta batang kalau dihitung semua ukuran.

Perlu diketahui kita tidak gampang menanam pohon baru.  Kalau kita menanam pohon penghijauan seperti sengon, akasia atau jabon, maka umur panennya mencapai 5 sampai 7 tahun. Kalau kita mengembangkan agroforestry seperti durian dan rambutan, maka dibutuhkan waktu 5 sampai 10 tahun.

Tapi kalau kita menanam pohon khas Kalimantan seperti merah, kapur dan ulin, maka dibutuhkan waktu 30 sampai 60 tahun. Kalau kita menanam  kayu komersial hutan primer seperti ramin dan meranti maka dibutuhkan waktu lebih lama lagi antara 40 sampai 70 tahun.

MAKAN KETUPAT KANDANGAN

Selesai mengantar cucu ke sekolah, saya sempat sarapan pagi di Warung Banjar Urang Banua di Jl MT Haryono. Saya makan ketupat kandangan dan soto banjar bersama Pak Sabri Ramdani, Pak Agung Sakti Pribadi dan Pak Jatmiko.

Sambil makan kami diskusi soal demo di Jakarta dan situasi di Kaltim. Khusus di daerah ini, kami sempat menyinggung soal kebakaran hutan, soal demo pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD AWS dan Kanujoso, yang mencapai Rp1,4 triliun sampai sidang PTUN mengenai keabsahan SK Gubernur tentang Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).

Menurut Diah Lestari, kelompok pengacara yang menggugat, sudah terbit SK baru gubernur tanggal 20 Agustus 2026 yang mengeluarkan nama Irfan Wahid, Enjang Dana Resi, Hijrah Mas’ud, Ari Utari dan Teguh Ponco Pamungkas dari TAGUPP Kaltim.

Habis sarapan, saya sempat singgah ke Rumah Sakit (RS) Hermina. Maksudnya mau membesuk sahabat saya, Pak Mustaqim MZ. Dia terkena serangan stroke ringan atau istilah kedokterannya, Transient Ischemic Attack (TIA). Ini kasus sumbatan aliran darah sementara dan biasanya dalam waktu 24 jam  sudah mereda. Ternyata Pak Mustaqim sudah pulang. Alhamdullilah.

Pak Mustqim adalah mantan Wakil Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018. Pada periode pertama, dia mendampingi Bupati Andi Harahap yang baru saja meninggal dunia. Sedang periode kedua, Mustaqim mendampingi Bupati Yusran Aspar.

Selanjutnya seharian saya duduk di depan layar TV menyaksikan berbagai peristiwa nasional yang menarik perhatian. Ada tiga agenda penting berlangsung di Jakarta, yaitu sidang dakwaan baru (jilid 2) terhadap terdakwa dr Tifa,  vonis sidang praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah di Pengadilan Jakarta Selatan serta aksi demo besar yang berlangsung di berbagai lokasi di Jakarta.

Dokter Tifa tetap tegar dan terus melakukan perlawanan berkaitan statusnya sebagai terdakwa baru. Sementara vonis gugatan Febrie ditunda Jumat (28/7) ini. Dalam kasus Febrie ini, Prof Mahfud MD dan berbagai pihak menuntut adanya hukuman mati bagi koruptor kelas berat.

Aksi demo AMPB yang berlangsung di depan gerbang DPR/MPR.(Ant)

Sementara itu aksi demo di Jakarta kemarin, berlangsung di 86 titik. Ada di depan gedung DPR/MPR yang dilakukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), ada di Silang Selatan Monas atau Seberang Gedung Danareksa, di Taman Pandang Silang Monas serta titik-titik lainnya.

Massa AMPB dipimpin Supriyono alias Mas Botok. Tuntutannya hanya dua yaitu segera disahkannya UU Perampasan Aset oleh DPR dan hukum mati para koruptor.

“Tuntutan kami hanya dua. Bapak Presiden, Pemerintah dan DPR segera mengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor dan hukum mati koruptor,” tegas Botok.

AMPB berhasil membuat pernyataan jika RUU Perampasan Aset tidak selesai pada bulan Desember mendatang, maka semua pimpinan Dewan harus mengundurkan diri.

Aksi demo yang digelar BEM Universitas Indonesia. Mereka mengusung 8 tuntutan rakyat.

Demo AMPB tambah heboh gara-gara Bank Mandiri atas permintaan aparat hukum (APH) sempat menunda pencairan rekening Botok senilai Rp80,9 juta. Uang itu sebagian bantuan masyarakat untuk logistik demo.

Melihat reaksi masyarakat yang geram atas tindakan itu, Bank Mandiri selain meminta maaf juga mencopot logo Bank Mandiri yang terpajang di Gedung Bank  Mandiri Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mungkin mereka takut gedungnya jadi serbuan masyarakat kala demo berlangsung. Terakhir rekening itu sudah dibuka kembali.

Berkaitan dengan aksi unjuk rasa di Ibu Kota, Polda Metro Jaya telah mengamankan 65 orang serta menyita 39 senjata tajam dan 201 botol kaca lengkap dengan sumbu yang dipersiapkan untuk membuat bom molotov.

“Masih kita lakukan pendalaman untuk mengetahui peran masing-masing,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin kepada awak media.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *