Chelsie Kian Mendunia

Chelsie foto selfie bersama juara dunia Sven Magnus Carlsen dari Norwegia.

KITA lagi demam bola dunia. Tapi tak berarti berita olahraga lain tersingkir. Soalnya ada berita hebat dari cabang catur. Chelsie Monica Ignesias Sihite, pecatur cantik kelahiran Balikpapan berusia 30 tahun mengalahkan pecatur nomor satu dunia, Grandmaster Sven Magnus Carlsen (35) dari Norwegia.

Meski bukan kejuaraan resmi, tapi keberhasilan Chelsie mengalahkan Carlsen jadi viral. Kemenangan bersejarah itu terjadi dalam ajang ekshibisi catur simultan yang digelar di Hong Kong bersamaan dengan rangkaian acara Kejuaraan Catur Cepat dan Kilat Beregu Dunia (FIDE World Rapid and Blitz Team Championship).

Dalam ekshibisi itu, Carlsen menghadapi 24 pecatur dari seluruh dunia dengan format catur cepat. Dan Chelsie satu-satunya pecatur yang bisa menumbangkan sang juara dunia.

Apa tidak hebat? Carlsen yang dikalahkan Chelsie adalah juara dunia catur lima kali. Juga juara dunia catur cepat 5 kali dan 8 kali memenangi Kejuaraan  Dunia Catur Blitz (bersama dengan Ian Nepomniachtchi) dan merupakan juara bertahan dari Piala Dunia Catur.

Carlsen telah menduduki posisi No 1 dalam peringkat catur dunia FIDE sejak 1 Juli 2011 dan hanya kalah dari Garry Kasparov dalam waktu yang dihabiskan sebagai pemain dengan peringkat tertinggi di dunia. Ia juga memegang rekor tak terkalahkan terpanjang di tingkat elit dalam catur klasik, yaitu 125 pertandingan. Karena itu dia diberi gelar Greatest Of All Time (GOAT) catur dunia.

Chelsie tersenyum, Carlsen memberi tanda tangan setelah kalah bermain dengan Chelsie.

Mengutip dari laporan CNN Indonesia, detik-detik kemenangan itu terjadi 5 menit sebelum waktu pertandingan berakhir. Chelsie dengan mantap memindahkan buah benteng dari c1 ke h1. Carlsen kemudian langsung menjabat tangan perempuan 30 tahun yang memiliki gelar  Women International Master (WIM) sebagai tanda mengaku kalah.

Chelsie pun seketika tersenyum, menghela napas panjang dan menutup muka dengan tangan seperti tidak percaya sudah mengalahkan pecatur nomor satu dunia.

Dari video yang beredar, kita lihat Chelsie langsung meminta tanda tangan Carlsen dan kemudian meminta foto selfie alias swafoto. Carlsen tak keberatan. Dia menyorongkan wajahnya ke arah kamera ponsel Chelsie. “Aduh senang banget,” kata Chelsie berbunga-bunga.

Menurut Chelsie, perasaannya bercampur senang dan grogi ketika terpilih sebagai salah satu pemain yang diadu lawan Carlsen. Senang karena bisa menghadapi juara dunia sepanjang masa, tapi juga grogi kalau tak mampu mengimbangi. “Strategi saya awalnya bertahan dan tidak cepat kalah, eh tahunya malah bisa memenangi pertandingan,” katanya penuh kebahagiaan.

Berita kemenangan Chelsie sudah sampai ke ibunya, Eda Sihite di Balikpapan. “Ibu senang, terima kasih atas dukungan semua pihak,” katanya ketika saya hubungi, kemarin. Ayah Chelsie sudah beberapa tahun meninggal dunia. Padahal dia yang mengenalkan Chelsie bermain catur.

Apa ada rencana Chelsie pulang ke Balikpapan? “Dia masih bertanding catur cepat dan kilat. Mereka main tim bersama Pak Utut Adianto sampai tanggal 22 Juni,” kata sang ibu.

Senyum Chelsie Monica di depan papan catur.

BANGGA IKUT MENDORONG

Saya dapat kiriman video kemenangan Chelsie dari Randy, staf manajemen PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), anak perusahaan Apical Group yang pabriknya di Kariangau Balikpapan Barat. “Keren nih pak,” katanya mengomentari. Saya tidak tahu apakah Randy juga suka catur. Selama ini saya hanya diajak Randy main bulu tangkis dan pickleball.

Perasaan saya ikut gembira atas prestasi itu.  Ketika saya masih menjabat wali kota, saya ikut membantu dan mendorong Chelsie agar bakatnya bermain catur bisa diasah di Jakarta, sehingga bisa berkembang menjadi pecatur nasional dan bahkan dunia. Waktu itu dia masih kecil.

Ada dua orang tokoh yang sangat berjasa secara langsung atas keberhasilan Chelsie. Yaitu Nugroho yang waktu itu menjadi Ketua Percasi Balikpapan. Dan juga Pak Udin Hianggio, sebelum menjadi Wagub Kaltara, dia pernah menjadi Ketua Pengda Percasi Kaltim. Nugroho dan Pak Udin yang mengirim Chelsie bergabung ke Sekolah Catur Utut Adianto di Jakarta.

Di luar dugaan, Chelsie memang pemain catur berbakat. Sejak 2003, Chelsie sudah ikut berbagai kompetisi baik di tingkat nasional maupun di turnamen bergengsi mulai level Asia Tenggara hingga dunia.

Masih berusia 10 tahun, Chelsie sudah menjadi runner-up di kejuaraan ASEAN Age Group Chess Championship di Thailand pada 2005. Dia juga pernah menjuarai World School Chess Championship di Singapura pada 2008. Lalu mempersembahkan medali emas di SEA Games 2013 di Myanmar.

Chelsie juga viral ketika menjadi komentator pertandingan catur antara Dewa Kipas (Dadang Subur) melawan Women Grand Master (WGM) Irene Kharisma Sukandar, yang disiarkan di kanal You Tube Deddy  Corbuzier pada Maret 2021.

Saya bermain catur dengan cucu saya, Daffin.

Saya pernah bertanding lawan Chelsie dalam pertandingan ekshibisi catur simultan di teras Pemkot Balikpapan. Chelsie melawan 10 pecatur Balikpapan termasuk saya. Di luar dugaan satu-satunya yang berhasil main draw hanya saya. Sedang 9 lainnya kalah semua. Mungkin dia takut mengalahkan wali kota. Hari-hari ini saya melatih cucu saya, Dafin yang mulai suka bermain catur. Dia baru berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 SDIT Balikpapan Islamic School Balikpapan Baru. Kemarin saya dikalahkan. Saya lengah menteri saya di makannya. Dia tertawa, saya keok. Mudah-mudahan dia bisa menyusul Chelsie.(*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *